Stasiun Toentang

Ditulis saat mengunjungi teman saya di Weleri, Kendal, yang ternyata sedang sakit sehingga tidak  bisa mengikuti Jalan Sehat Dies Natalis FE Undip ke 49. Tulisan ini sekaligus sebagai pernyataan maaf  kepadanya karena saya telah berprasangka buruk.

Para sedulur yang pernah melewati jalur darat Semarang-Solo, dapat dipastikan melewati Tuntang di sekitar Rawa Pening di perbatasan Ambarawa-Salatiga. Tuntang, merupakan salah satu saksi sejarah perkereta-apian di Indonesia. Ada sebuah stasiun tua peninggalan “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) dari jaman pemerintahan Hindia Belanda, yang sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Stasiun kecil itu terletak di jalur kereta api tua dari Kedungjati-Bringin-Tuntang-Ambarawa-Jambu-Bedono. Sebelumnya, jalur itu tersambung dengan jalur Semarang-Solo via Gundih yang sampai sekarang masih berfungsi, dan sesudahnya terhubung dengan jalur tua ke Magelang yang juga tinggal kenangan.

Untuk urusan perkereta-apian, Ambarawa tentunya sudah sangat terkenal karena di sana terletak Museum Kereta Api. Bahkan masih dilestarikan lori wisata Ambarawa-Jambu, dan Kereta Wisata Ambarawa-Jambu-Bedono. Keistimewaan kereta wisata ini adalah penggeraknya masih menggunakan mesin uap dengan bahan bakar kayu jati, selain itu di jalur Jambu-Bedono yang menanjak, kereta api menggunakan roda tambahan berupa roda bergerigi.

Menurut Khafid Sirotudin, -saat ini masih- anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah (18/04/09), Stasiun Tuntang termasuk bagian dari rehabilitasi jalur kereta api Kedungjati-Bringin-Tuntang-Ambarawa-Jambu-Bedono, yang akan digunakan untuk wisata.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

32 thoughts on “Stasiun Toentang

    • lha itu stasiun tuntang sudah direnovasi… itu jadi bagian dari rehabilitasi. tadinya cuma jalur ambarawa-jambu-bedono yang aktif, yad sampai ke tuntang. entah kapan bisa sampai ke kedungjati… :-)

  1. Gimana caranya kalo mau naik KA Wisata Ambarawa-Bedono?
    Langsung dateng ke sana? Loket buk ajam berapa?
    Atao bisa pesan dulu? pesan ke mana?
    Ada info penginepan bagus di Jambu?

  2. Saya sangat setuju jika jalur Ambarawa – Tuntang – Bringin – Kedungjati dihidupkan kembali untuk jalur reguler juga, bisa mengurangi kepadatan di jalan raya, menghidupkan roda ekonomi, lebih cepat dan hemat, serta mengurangi polusi udara…! Dari Lusnando pecinta kereta api, hp : 081325071813

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>