401: Step by Step Mandriva One 2010.0 Desktop (with gnome) Installation Guide

400Kemarin, setelah sukses men-download Mandriva One 2010.0, rasanya kurang mantap kalau tidak dicoba untuk diinstall. Alhasil, laptop bermesin seleyon pun harus rela dijadikan ajang uji coba.

Oh ya, angka 401 di awal judul adalah penanda bahwa ini adalah tulisan ke 401. Ternyata, keterpesonaan pada Mandriva 2010 telah membuat saya lupa bahwa dashboard blog ini menunjukkan angka 400 sebelum saya memulai tulisan ini. Semuanya ada 400 posts, 5 pages, 9 categories, 1373 tags, dan 16996 comments… Lengkaplah sudah ke-narsis-an saya… :-D

Kembali ke Step by Step Mandriva One 2010.0 Desktop (with gnome) Installation Guide, sebetulnya di http://howtoforge.com sudah cukup jelas, tapi rasanya, lagi-lagi karena kurang mantap, ya saya tulis lagi… Setidaknya, inilah install Mandriva One 2010 Cara Gue… hehehe…

Jujur saja, saya heran dengan kecepatan instalasi Mandriva One 2010 ini. Pun telah menggunakan filesystem termutakhir  Ext4.  Sebagaimana biasa pada instalasi Operating System Linux lainnya, titik krusial hanya pada pemartisian. Begitu bagian itu terlewati, lancar sudah dan tak ada kekhawatiran kehilangan data.

Yak… Langsung saja menuju langkah-langkah instalasi berikut skrinsut-nya (mohon maaf bilamana gambar yang terlalu banyak bikin berat):

Booting menggunakan Live CD Mandriva One 2010 > klik icon Live Install

Screenshot-Mandriva Live

Klik next untuk menuju pemartisian.

Karena harddisk saya cuma 40GB, dan saya menganut paham single-boot, saya biasa menggunakan bagian depan untuk partisi linux yang terdiri dari root (titik kait/mount-point: /), partisi swap, dan home (titik kait/mount-point: /home). Partisi di bagian belakang untuk data-data video mesum abg bugil, juga filem dan lagu-lagu mp3 yang menjadi simpanan dan jarang saya utak-utik kecuali untuk keperluan tertentu. Kalau saya ingin melakukan instalasi distro linux yang ingin saya coba, bilamana distro tersebut masih satu marga dengan distro sebelumnya, maka /home itu tidak saya format dan tetap digunakan bisa digunakan. Tentu saja ada beberapa file dan folder tersembunyi (hidden) yang saya hapus atau saya sesuaikan. Bilamana yang distro baru yang diinstal tidak semarga dengan yang lama, file dan folder di /home saya kopikan dulu ke partisi simpanan di bagian belakang, barulah tiga partisi di depan itu dibongkar. Terlihat pula bahwa partisi di harddisk saya tidak ada warna biru, entah karena apa, saya lebih percaya pada ext3 dan ext4 daripada fat32 dan ntfs.

Screenshot-Mandriva Live-pilih-manual

Biar tidak mengganggu partisi-partisi yang sudah ada, saya menggunakan Custom disk partitioning. Ketika menginstall Mandriva One 2010 ini, saya menghapus tiga partisi di depan dan menggunakan auto allocate untuk membagi partisi kosong sebesar 12GB menjadi tiga partisi dengan ukuran 6.7GB untuk root, dan 5.4GB untuk home, sisanya untuk swap (gambar bawah). Berbeda dengan instalasi Ubuntu yang secara default hanya meminta 2 partisi, (root dan swap), auto allocate di Mandriva ini meminta  3 partisi. Begitupun, bilamana saya melakukan instalasi di Ubuntu secara manual selalu saya bagi menjadi 3 partisi dengan menyendirikan /home. Beberapa kawan yang lebih berpengalaman biasa melakukan pemartisian secara manual dan menyendirikan /home, /usr, dan /var. Soal ini saya belum mendalami dampaknya dan belum paham mau dikasih ukuran berapa…

Screenshot-Mandriva Live-auto-allocate

Klik done untuk menuliskan partisi-partisi yang telah dibuat. Pada beberapa kasus (terutama bila menggunakan partisi bongkaran), Mandriva minta untuk restart setelah penulisan partisi dan proses instalasi akan terhenti. Tidak usah khawatir. Tutup saja instalasinya dan restart lagi dengan LiveCD, ulangi lagi proses instalasi dari awal. Sampai di tahap pemartisian, klik partisi-partisi yang sudah dibentuk tadi dan tentukan lagi titik kait (mount-point)-nya seperti gambar di bawah ini:

Screenshot-Mandriva Live-mount-point

Klik done untuk melanjutkan instalasi. Setelah memastikan partisi-partisi mana yang akan diformat, proses instalasi akan berlangsung selama kira-kira 15 menit saja. Menurut saya, ini terhitung singkat dibandingkan dengan proses instalasi OS lain.

screenshot-mandriva-live-install

Menjelang akhir instalasi masih ada lagi pertanyaan dari Mandriva. Sepertinya Mandriva sudah memperkirakan beberapa dukungan hardware yang tidak mesti digunakan dan memberi pilihan untuk tidak menginstal paketnya. Saya melakukan kesalahan di sesi ini. Tadinya saya mengira itu akan menghemat penggunaan tempat di harddisk karena beberapa hal tidak diintall (karena memang tidak diperlukan). Sayangnya saya kurang cermat dan dukungan untuk bluetooth serta dialup networkingnya tidak terinstall. Terpaksa deh saya mengulangi proses instalasi dari awal. Untuk sedulur yang ingin memastikan dukungan hardware apa saja yang tidak diinginkan untuk diinstal, klik advanced. Bila ingin membiarkan saja, hilangkan centang di Unused hardware support dan next, atau cukup klik skip saja.

Screenshot-Mandriva Live-unused

Instalasi boot loader penjadi penutup. Secara default ada delay 10 detik sebelum booting dimulai. Saya menyetelnya cukup satu detik saja…

Screenshot-Mandriva Live-grub

Screenshot-Mandriva Live-finish

Setelah klik finish, silahkan restart komputer untuk mencoba boot dari harddisk. Pada waktu boot pertama kali, ada beberapa notifikasi antara lain root password, username dan password, setelan network, dan pilihan untuk registrasi hardware ke Mandriva.

Rasanya saya sekarang kembali menjadi Mandrivian lagi! (banana_cool)

Barangkali sedulur ada yang mempunyai pengalaman berbeda??? Share dong!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

121 thoughts on “401: Step by Step Mandriva One 2010.0 Desktop (with gnome) Installation Guide

  1. Mmmm … Bener saya juga gagal pas disuruh restart. Jadi gagal deh install dvd mandriva free. Bedanya free sama one apa sih kang? Selain one cuman ada satu desktop environment… Gak tahu diriku…

    • tinggal download file torrent-nya, trus dijalanin pake bittorent client, misalnya kalau di linux yang cukup populer adalah “transmission bittorent”. setelah itu tinggal atur jumlah seeder yg diinginkan, juga bisa diatur batasan up/down…
      download dengan torrent lumayan cepat, tapi boros bandwidth karena selain download juga harus upload, berbagi ke seeder lain…

  2. @rangga aditya, sepertinya widget2 itu menggunakan cara yang berbeda untuk melacak string… tapi tenang aja, itu kan hanya kelihatan dari sisi pengunjung saja dan pengunjung lain nggak bakalan tahu, hehehe

  3. absen juga ah…!
    tutorial mantap…!
    jujur nggak mbaca dengan teliti…!
    kekekekee…!
    di tunggu tutorial instalasi fedora 12nya kan bentar lagi tuh..!

    • @omagus, sepertinya OpenSUSE 11.2 yang saya coba malah nggak sempat nulisnya… sudah banyak yang pakai sih!… Kalau fedora, nunggu nanti ada kecukupan bandwidth untuk downloadnya…

  4. tutorialnya siip. tapi saya masih ketergantungan sama win xp soalnya software alternatif pengganti Matlab, Maple, SPSS belum ada. Jadi kalo ada tugas kuliah masih tetep pake win XP. tapi say tetap dukung free open source. Mudah-mudahan ada software alternatifnya.
    .-= sedulur Anas menampilkan tulisan..Is Doomsday will Happen in 2012? =-.

    • @Anas, nggak apa2 mas! asal pakai yang legal aja… biarpun di windows, bisa juga pakai aplikasi yang bebas digunakan, misalnya menggunakan openoffice sebagai pengganti microsoft office, gimp for windows sebagai pengganti photoshop… dengan begitu, pengeluaran untuk pembelian software bisa ditekan dan tetap tidak membajak… :-)

    • @sawali tuhusetya, sesekali bisa dicoba pak! walaupun untuk pemakaian sehari-hari tetap menggunakan yang paling diakrabi, misalnya Ubuntu…
      beberapa instruksi berbeda karena induknya berbeda. kalau ubuntu, linuxmint, blankon, dll berinduk pada DEBIAN, si mandriva, opensuse, fedora, itu berada pada jalur REDHAT… jadi tidak ada sudo-sudoan, tidak ada apt-get, juga tidak ada paketan DEB…
      di mandriva misalnya menggunakan urpmi, paketan2 anakan REDHAT menggunakan RPM…
      asyiknya, kalau sudah terbiasa juga mudah dan banyak hal tersedia secara online, nggak asyiknya karena komunitas mandriva relatif sedikit di Indonesia, forum2 & komunitas yang membahas troubleshooting kebanyakan berbahasa Inggris… :-(

  5. Pak Guru, saya mau tanya. Koq Linuxmint saya ga bisa konek ke internet? Pake network koneksi, tersambung. Tapi buat buka gugel aja mesti nunggu 24 jam baru bisa terbuka. Pake wvdial, ga nyambung. Padahal ilmu dari Pak Guru sudah saya terapkan. Tapi, pesan erornya username, password dan no dial ga valid. Kira2 masalahnya dimana?

    • @Estiko, coba lakukan edit connections, barangkali ada setingan yang kurang pas…
      untuk wvdial, dial-nya pake
      $sudo wvdial
      kalau modemnya tersambung pake kabel, tilik dulu apa sudah tersambung dengan lsusb, trus untuk lakukan setting ketik di terminal
      $sudo wvdialconf
      nanti akan otomatis melakukan setting dan tinggal edit seperlunya lewat
      $sudo gedit /etc/wvdial.conf
      biasanya yang paling perlu untuk dibenerin adalah username, password, APN, dialing number… kalau pake GSM, coba juga dialing numbernya selain *99# yaitu *99***1#
      semoga membantu!

      • @Andy MSE, Tetap ga bisa Pak Guru. Padahal semua petunjuk dari Pak guru sudah saya lakukan. Tapi tetap tidak bisa. Kembali lagi ke ubuntu. Tapi belum bisa pake time based. Setingan yang saya punya cuma nentuin APN, tanpa username dan password. O ya Pak, mau tanya masalah seting wifi. Saya pake broadcom. Kemarin di seting sama Pradna tapi ga bisa. Ada saran ga? Kalo bisa, Pak Guru hubungi saya di 085726268262. Soalnya penting banget
        .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Pertemuan Pertama dengan Pradna =-.

        • @Next Jimbun Punya, *garuk-garuk kepala*
          waduh… saya sudah 3 bulan ini nggak pakai hape, mas Estiko… bosan, 13 tahun pake hape terus… hp yang ada sekarang saya isi dengan kartu broom yg nggak bisa buat telp/sms… nomor2 yg aktif sdh sy hibahkan kepada teman2… gimana ya??

          soal wifi broadcom, biasanya minta diinstall proprietary driver, ada di administration > hardware drivers…

          soal koneksi dialup: kok cuma APN?? emang pake kartu apa??
          kl pake flash/telkomsel yg kagak pake username/password, ngisinya:
          username= ‘ ‘
          password= ‘ ‘
          kalau cuma dikosongi aja seringkali nggak mau!

        • @Next Jimbun Punya, kalo untuk wifi cb install paket ndiswrapper gan. pengalaman saya pernah nyetting tuh punya temen, di hardware driver gak kedetect. coba2 install ndiswrapper eh malah kedetect tuhh.
          *dulu pake ubuntu 9.10…
          .-= sedulur ohdediku menampilkan tulisan..Karmic Release Party Jogjakarta 1 =-.

          • makasih tambahannya mas Dedi! sekalian mohon maaf, tidak bisa hadir di KRP Yogya…
            *tgl 15 kemarin sy juga ketinggalan KRP Semarang, padahal saya sedang di Kendal, harusnya sudah deket banget… hiks*

    • @Next Jimbun Punya, bagus juga tuh LinuxMint… anakannya Ubuntu juga kok, jadinya banyak instruksinya sama… enjoy aja mas! (dance) eh, pradna kan deket ya? sudah pernah kopdar? dia bener2 jago utk urusan linux…

  6. wah mas… masih gagal nich :(( tetep didetek sebagai xp… ini sekarag nyoba flock ahh :d oiya kan di sini enggak bisa bawa laptop di warnet, trus akhirnya saya “request”aja ke operatornya suruh donlot ubuntu, heheheh (lmao) semoga berhasil….

    • bukannya berkhianat sama Ubuntu, melainkan melakukan poligami :-D
      soal theme, kemarin sebelum ini saya juga buat varian jaunty… total ada 6 varian warna dari theme ini, ada juga yg diconvert menjadi template blogspot dan dipakai oleh murid ngeblog saya di Internet For Kids… (funky_dance)

  7. Wah jadi bingung mo instal karmic ato mandriva. untuk newbie seperti saya enaknya pake apa ya pak? ni Jauntyku g mo jalan tuk NVIDIA nya setelah tak update, padahal tuk ngaktifkannya dah lewat teks mode seperti dulu.

    • @aby, Ubuntu aja, komunitasnya banyak, jadinya banyak tempat bertanya…
      Coba pakai Karmic, dukungan thd kartu grafis lebih baik dibandingkan Jaunty…

      • @Andy MSE, mas, ini di karmic emang rada susah yah mau install font microsoft via download? saya sudah coba di ubuntu software center, enggak ada “install” seperti yang lain, saya coba di restricted, yang lain keinstall tapi ini malah engga. mas andy mengalami seperti saya juga enggak?
        .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..What!???… Ada kiriman dari shipit??? =-.

        • @rangga aditya, cara gampang install font windows di ubuntu pakek gui tanpa koneksi internet: kopi aja file2 font ttf dari windows, trus masuk ke ubuntu, buka terminal, sudo nautilus untuk membuka file manager sebagai root, trus kopikan file2 huruf tadi ke /usr/share/font
          bikinkan folder tersendiri…. tutup, test pake aplikasi misalnya openoffice… beres dech!
          kl liwat dwload pake sudo apt-get install mscorefont

    • @Gugus, pake sembarang linux deh! coba dulu dan rasakan kebingungannya… kalau slamet ya jadi penasaran dan cari solusinya, kalau putus asa ya balik deh ke windows… (asal nggak bajakan aja!) xixixi

  8. mas (sad) ini kenapa yah ubuntu karmic-ku tiba-tiba hilang suaranya? di sound, hardwarenya (ALSA, realtek) juga hilang. kemaren setelah saya donlot beberapa hal seperti restricted dll, bilbo, trus juga wvdial, hd temp monitor. apakah salah satu ini mempengaruhi hilangnya sound saya
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..Test Post Bilbo Blogger =-.

  9. mas, rikues lagi! bikin tutorial install wvdial di kubuntu karmic donk mas :) hehehe. apes ini dari tadi enggak bisa konek internet :( kayaknya jalan terakhir harus install via manual. mana kppp-nya enggak jalan lagi… eror kali, semuanya juga error, katanya mozilla udah di install tapi kayaknya harus di ambil di internet, di kubuntunya hanya paketnya saja….
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..My god! ada kiriman kubuntu dari shipit (lagi) ! =-.

    • @rangga aditya, wadoh…. harusnya mas Rangga yang coba2 dulu, trus bikin tutorialnya, hehehe…
      install wvdialnya sama, lewat terminal, trus manggilnya juga sama… begitu sudah benar semua settingannya, dijamin bisa konek…

      • @Andy MSE, lapor komandan! internet sudah bisa memakai metode mas Andy tapi nyari wvdial untuk 9.10. sekarang “lumayan” bisa ngenet pake wvdial. serasa seperti kembali ke “zaman batu” sih, hehehe… ohhh DOS….
        .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..K4 =-.

        • kalau nge-linux kagak pake terminal/konsol… rasanya seperti masakan kurang garam…
          di situ kenikmatannya, serasa jagoan gitulah, hehehe…

  10. (cry) uuhuuhu … apes nich mas. Udah selesai donlot mandriva, bikin live usb. Reboot masuk default menu unetbootin. Tapi kok mandrivanya bengong aja ya.. Cuman muter-muter… Apa emang mandriva loadingnya lama? Ini sudah lebih dari 5 menit. Engak wajar…

  11. Jangan2 korup yah mas hasil donlotan saya di kambing?. Tapi kok file iso-nya besarnya sama .. Yaitu 694mb (thinking) … Ada yg salah? /.. Saya donlot pake filezilla supaya bisa distop dan dilanjutin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *