Andy MSE

Cah Sholeh… Just Ngeblog & Ngeblog … KECaKOT: Kelakuane Endah Carane Kekancan Ora ruweT… IQ 147, IP 2.0 (haha) ..::kemlinthi, nggilani, mbebayani … wagu, saru, mambu::…

57 responses to “Susahnya Organik”

  1. preme

    menarik sekali pak, memang petani kita sudah terlalu ‘addict’ dengan pupuk non organik, saatnya kembali ke alam betul pak?

    preme´s last blog post..Not Alone

  2. mantan kyai

    yang organik itu pasti lebih nikmat. misalnya : sampah organik … lho???

  3. arifudin

    masalahnya juga petani juga belum tentu bahannya, berupa hewan ternak, jadi belum tentu bisa menggunakan pupuk kandang.

    :mrgreen: mungkin itu pak.

    arifudin´s last blog post..Matikan windows ala bom waktu

  4. Nyante Aza Lae

    dah pupuk mahal, payah dicari pula…
    stuju banget tuh sm gebrakan pupuk organik, skali2 perlu juga petani kita berimprovisasi dalam penggunaan pupuk, sehingga tidak tergantung dari pupuk buatan. Institusi terkait harus memfasilitasi hal ini!

    Nyante Aza Lae´s last blog post..RSCD (Rumah Sakit Capek Deh……)

  5. Anang

    semua yang berasal dari yang alami kan bagus ya…..ayo digarap bareng2…. eh eh eh

    Anang´s last blog post..Bloglines RSS Feed Reader Error ?

  6. deden

    Saya ingat hukum daur energi, setuju bahwa sebaiknya jerami dikembalikan lagi ke tanah berupa pupuk komposting … pak tani mungkin berfikir ngapain susah – susah bikin pupuk sendiri lha wong tinggal beli aja kok (padahal lebih mahal).

    btw saya ketemu rekan blogger Abdul Hakim (seorang guru di Bontang) yang awalnya saya fikir saudara sampean. di http://hakimborneo.blogspot.com/

  7. ayik

    setujub Pak, dari alam , untuk alam kembali kealam…Harusnya dimulai dari diri kita, dari rumah kita…tapi…(clingak-clinguk) kok aku malah belum memulainya ya…(qiqiqi…kisinan!)

  8. afrianti takaful

    Betul banget mas. Kita harus kembali ke yang alami…. kasian tubuh kita kemasukan bahan-bahan kimia terus! hehehe

    afrianti takaful´s last blog post..Pensiasatan Proteksi Pendidikan Anak dengan Fulnadi

  9. inidanoe

    kompos…???
    saya jadi inget santiago de compostela….
    hihihi…. kok gk nyambung ya aku…. :D *dilempar batu ma orang2*

  10. achmad sholeh

    wah setuju banget mas Andy kalau ada pertanian organik

    achmad sholeh´s last blog post..Hikmah Idhul Qurban Dalam Suasana Krisis Global

  11. bang diod

    kalo sya jadi menteri nanti :lol:
    saya bakal bikin pertanian mekanik

    maen kang andi ke blog ane…..

    bang diod´s last blog post..Tentang Avatar Baru………. (postingan nyuri waktu) dan Resensi colongan……..

  12. genthokelir

    wah semangat nih untuk kembali pada sesuatu yang lebih alami dan menyehatkan
    wah maaf ketinggalan beberapa tulisan selama seminggu di negeri orang
    maaf baru berkunjung
    salam kangen

    genthokelir´s last blog post..Memimpin Bukan Menguasai

  13. ernut

    di susuh saya di bandung saya juga bikin pupuk organik mas..dari sampah dapur, apik to?

    ernut´s last blog post..KapaL Tsunami..

  14. Tukang Nggunem

    Kira2 karo tanaman pot ibu kos saya tak isingi ben dino kuwi termasuk pupuk organik ra yo mas? soale aku sering maem sing ora organik e…dadi nek ngunu kuwi eekku klebu organik ra? halah malah mbahas njijiki…btw dapet cerita dari si DOny Putra DAerah kalo sampeyan ki jebul yo pekok, dadi pengen bersua…kapan kita bisa bertatap muka ya kira2? apa iya sampeyan sudi meluangkan waktu buat bersua dengan kaum proletar seperti hamba ini? halah kok malah koyo pilem kamandanu to ya…wes ah…tak eek sik…pareng mas….

    Tukang Nggunem´s last blog post..Tentang BOKEP dan HOT MOM

  15. Tukang Nggunem

    Lha kok ndasku terus to mas, gantian ndasmu kapan e? hahahaha…komunitas blogger pekok? gah ah, wong aku blogger santun dan berbudi pekerti luhur kok…

    Tukang Nggunem´s last blog post..Tentang BOKEP dan HOT MOM

  16. andymse

    Wow… keren banget tuh! dari pengelolaan sampah rumah tangga saja sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk untuk tanaman hias di seputar rumah…

  17. gajah_pesing

    anu….saia kok ndak paham dengan masalah itu, maaf belum pernah bertani, tapi terima kasih atas ilmunya…

    gajah_pesing´s last blog post..Lomba Nge-BLOG 2008

  18. marsudiyanto

    Tujune 100% sing nulis komentar ning kene bukan Penyuluh Pertanian. Kalaupun ada, ilmu tentang organik juga minim. Saya yakin seyakin2nya, Penyuluh Pertanian yg ada itu ilmunya ilmu modern, kalaupun ada ilmu kunonya, biasanya dianggep ketinggalan dan malah ora dikeki job.
    Ora ngece ora ngepal, pengetahuane Penyuluh Pertanian jaman saiki ing babagan pertanian ramah lingkungan jek kalah karo awake dewe…
    Jek kalah karo leluhure awake dewe…
    Penyuluh Pertanian Resmi malah ndak paham2 amat…
    Nek rak percoyo, potong utangku…

    marsudiyanto´s last blog post..Sejuta Sahabat Kesedikitan, Satu Musuh Kebanyakan

  19. marsudiyanto

    Bab iki, Institut Pertanian atau Universitas apapun sing seolah2 peduli pertanian, kalah adoh karo Sekolah Rakyat.
    Nek tetep rak percoyo, kethok drijine Mas Andy…

    marsudiyanto´s last blog post..Sejuta Sahabat Kesedikitan, Satu Musuh Kebanyakan

  20. marsudiyanto

    Yg ini bukan comment tapi ngejar setoran ben komentarku bulan iki nduwur dewe.
    Iki ora nyepam, cuman usaha…

    marsudiyanto´s last blog post..Sejuta Sahabat Kesedikitan, Satu Musuh Kebanyakan

  21. toim

    ada gak hasil tani yg bs menjadi blue energy? :D

  22. caroline

    “Opomaneh kuwi, lha kalau ada pertanian Islami, emangnya cara bertani saya disebut pertanian kafir ya???”
    bhuahahaha…
    jan lugu tenan mbah suko ituh…
    hihihi…
    aku juga setuju, dari alam kembali ke alam, dari rakyat untuk rakyat… *malah ndladrah* :)

    caroline´s last blog post..Memberi

  23. Embun

    OOT: lama ndak berkunjung.. e ladalah.. pakai theme WP yang sama neh kayaknya..
    bener gak?

  24. Erik

    Memang, yang alami itu lebih bagus daripada yang non alami. Penurunan kualitas tanah memang harusnya sudah menjadi wacana yang serius ditangani. Bayangkan kalau hal ini dibiarkan, bagaimana kualitas tanah 10 th mendatang?
    Memang kerusakan kerusakan yg terjadi sebenarnya akibat ulah manusia sendiri.

    Erik´s last blog post..Pengumunan Bank Indonesia

  25. ciwir

    petani kita memang sudah kecanduan pada taraf akut dengan yang namanya pupuk kimia bikinan pakde PUSRI maupun bikinan yang laen.
    Saya pernah meminta orang yang mengerjakan sawahnya Pakde saya di Klaten untuk pake kompos aja, eee malah ditertawakan… “nek nganggo kompos iso rak panen mas..” demikian katanya.
    btw, Mbah Suko itu adalah orang Magelang beh. Rumahnya di daerah Sawangan (kearah Ketep Pass)

    ciwir´s last blog post..Umbul Cokro

  26. suwung

    wolak alike jaman
    kembali ke natural

  27. andymse

    banyak betulnya pak! saya ngalami sendiri jadi petani selama beberapa tahun… malah dianggap aneh kok!
    *potong utangku saja pak!

  28. andymse

    Waduh.. bagaimana kalau kethok anune pak Mar saja???

  29. andymse

    Tenang pak! akhir tahun bakalan diaudit… nanti ketahuan nominasinya…

  30. andymse

    ada… tahi sapi dan kerbau itu kan bisa diolah jadi biogas… sekarang banyak dikembangkan lho!

  31. Jahid Klw

    Betul beh… aku gunakan dalam membina keluarga juga dengan senjata Organik he he he….

    Jahid Klw´s last blog post..HOBBY DAN KENIKMATAN

  32. afie

    makasih infonya, saya lagi belajar tentang pertanian organik. Pengen punya pertanian organik suatu saat nanti, amin.

  33. anggavantyo

    memang, yang berkaitan tentang organik itu susah. huh..
    aduh dah lama ngga kesini.. hehehe

    anggavantyo´s last blog post..Seminggu Glonggong Otak

  34. Mick

    Bagi tanaman, pupuk organik atau anorganik nggak ada bedanya. karena tanaman menyerap hara dala bentuk ion-ion. Perbedaannya adalah reaksi terhadap tanah. Pupuk anorganik bisa merusak tanah. Namun pupuk organik memiliki kelemahan dalam hal mobilitas. Contohnya untuk mendapatkan hara N, P dan K senilai 50 kg pupuk NPK dibutuhkan lebih dari 1 ton pupuk kandang/kompos, sehingga biaya angkut lebih mahal. Dan juga kebutuhan pupuk yang begitu banyak sulit terpenuhi oleh produksi pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos. Mungkin salah satu solusi agar bertani tanpa merusak tanah dan tetap menggunakan pupuk secara praktis adalah dengan cara bertanam dalam polibek atau pot., bahkan dengan sistem hidroponik. Hanya saja untuk tanaman umur panjang seperti tanaman mangga sulit untuk ditaman dengan cara demikian.

  35. anung

    Biar gak ribet, bisa dipertimbangkan dengan pupuk hayati yang sanggup digunakan tanpa pupuk kimia sama sekali. Jadi, buka hanya mengurangi dosis pupuk kimianya, namun benar-benar tanpa pupuk kimia.

    Salam/ anungrey2008@yahoo.co.id

  36. Amiluddin,S.Pd

    bila petani sanggup buat pupuk sendiri dari bahan organik saya yakin bangsa ini bisa jadi kuat,karena petani dapat meningkatkan produksinya tanpa pupuk anorganik sehingga pangan yang sehat bagi penduduk bangsa ini tercukupi.

  37. pupuk organik

    pupuk organik : Kesuburan berkurang krn pemakaian pupuk kimia, beralihlah ke pupuk organik , dgn pemakaian yg bijaksana & sesuai kebutuhan

  38. andymse

    ndasmu ah!
    *ora iso mas! nek eek isih seger rung iso gawe rabuk, soale isih ngalami masa-masa fermentasi, dadi, eek sampean kudu dikomposting ndisik.
    **kapan yo iso ketemu sampean?? opo gawe komunitas dewe wae, yoiku komunitas blogger pekok.
    ** walaupun saya termasuk kaum darahbiru alias kaum borjuis, ning jaman saiki yo ra popo nek gembul karo golongan macem sampean yang proletar dan bohemian… hehe

  39. andymse

    Itulah… Revolusi Hijau ternyata berdampak buruk pada pertanian berkelanjutan.

  40. andymse

    Itulah Yi!!!… sapai-sampai Syeikh Puji pun mencari yang organik, kekekekek

  41. andymse

    bahannya bisa bermacam-macam mas Arifudin! bisa kotoran ternak, serasah dedaunan, sampah organik rumahtangga, bahkan bisa juga dari kotoran manusia.

  42. andymse

    Gebrakan pertanian organik sebetulnya sudah dimulai pada dekade lalu, sayangnya masih kurang mendapat tanggapan, justru dari petani sendiri, buktinya, sampai sekarang masih ribut juga ketika terjadi kelangkaan pupuk pabrikan… memang perlu waktu yang tidak pendek. Sekolah Rakyat sendiri sudah memulai sejak 2002, walaupun masih sangat sedikit, sudah menunjukkan kemajuan. Dukungan dari instansi terkait cukup bagus, sayangnya malah ada oknum yang ngobyek jualan starter organik, macam-macam pupuk organik, pestisida organik, dan lain-lain. Ujung-ujungnya duit, bukan pemberdayaan masyarakat.

  43. andymse

    Saya senang dukungan sampean mas Anang, ayo digarap bareng-bareng… Di Sekolah Rakyat sudah bareng-bareng, heheh

  44. andymse

    Kendala aplikasi memang masih menjadi momok. Nyebarin urea jauh lebih gampang.
    Saya sepakat dengan hukum daur energi, kalau di pertanian organik lazim disebut LEISA = low external input sustainable agricultural… kira-kira begitu…
    *DulHakim bukan saudara saya mas Deden, tapi sekarang sudah menjadi kawan blogger karena saya sudah berkunjung ke sana, tinggal menunggu kunjungan balik ke sini. Tks

  45. andymse

    Kalau mau berperan dari skala rumahtangga caranya gampang banget, pilah sampah, pisahkan yang kira-kira bisa busuk dan yang tidak. Yang tidak bisa busuk, berikan saja pada pemulung dan tukang sampah, yang bisa busuk tanam saja dalam tanah, otomatis terurai menjadi kompos.
    Tengkyu mbak Ayik yang manis!

  46. andymse

    Bahan kimia nggak apa-apa, asal nggak racun aja, hehe

  47. andymse

    Setahuku itu nama kota di Spanyol… bener nggak mas???

  48. andymse

    Yups… pertanian tidak organik dalam jangka panjang tidak menguntungkan. Pertanian organik sejatinya sudah dilakukan oleh mbah-mbah kita jaman dulu, mereka sangat arif terhadap alam. Contoh yang masih tersisa misalnya di lingkungan Baduy.

  49. andymse

    Pertanian mekanik yang seperti apa ya? baru dengar nih! heheh

  50. andymse

    waduh… saya juga beberapa minggu ini gak sempat walking je… ada-ada saja kendalanya… maafin saya mas Gentho… salam kangen, sukses selalu…
    *senang sekali sampean bisa kembali berkunjung ke sini..

  51. andymse

    waduh…

  52. andymse

    Lho… kok ndak paham to mas Gajah??? Kan Indonesia itu negara agraris, hihihi

  53. andymse

    lho… enggak nggladrah kok! itu bener mbak, untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia… katanya negara agraris, kok impor beras… ini yang aneh, hehehe

  54. andymse

    kita kompakan ya!

  55. andymse

    jangankan 10 tahun ke depan mas erik, tahun depan pun sudah banyak perubahan, kalau perbaikan tidak dimulai dari sekarang

  56. andymse

    Lha cerita itu berdasarkan cangkrukan dengan Donito itu, saya nggak tahu sumber aslinya…

  57. andymse

    jangan sampai molak lagi ke arah yang tidak ramah lingkungan. Betul???

Leave a Reply

CommentLuv Enabled