Jika ya, mengapa?

Cengkir yang sedang duduk-duduk manis di pojokan Pendapa Balai Desa Carangpedopo, mendengar kata itu seketika terpana. Nada bicaranya itu lho… Terkesan angkuh, sombong, dan merasa paling benar sendiri. Balai Desa sore ini memang ramai oleh banyak sastrawan. Dan keramaian itu asal muasalnya berawal dari tulisan sastra seorang wartawan –yang kulit badannya belang-blonteng– di sebuah Buku Sastra yang ...read more

Nyabun Lagi…

Tulisan ini tidak akan membahas soal sabun-menyabun yang acapkali dilakukan cowok remaja yang ~maaf~ suka download video begituan. Juga bukan ikut-ikutan kampanye CTPS ~cuci tangan pakai sabun~… Sebuah komentar dari Mas Santri ditambah satu lagi dari Mas Pradna Mint mengingatkan saya pada sinetron Cinta Fitri yang akhir-akhir ini sedang nyabun. Lunyu, begitulah ungkapan dalam bahasa Jawa karena ceritanya berp ...read more