Antologi Puisi SMS “MAAF”

Jujur saja, saya tidak bisa berpuisi apalagi menulis puisi. Setiap puisi yang saya coba untuk saya tulis, dapat dipastikan hasilnya adalah wagu alias norak. Itulah sebabnya saya amat sangat jarang menulis dalam bentuk puisi ~yang menurut guru bahasa Indonesia sewaktu sekolah dulu, sebuah puisi bagaikan kaca yang buram, tidak begitu jelas, tapi tidak gelap, entahlah, apa itu masih berlaku sampai sekarang?~… Be ...read more

Pondok Maos Guyub

Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Mungkin itu bisa menggambarkan saya selama ini. Bagaimana tidak? Di desa kampung halaman saya -hanya tigaratus meter dari rumah ibu saya-, di Jl Raya Bebengan 221, Boja, Kendal, ternyata sudah dua tahun lebih berdiri sebuah Perpustakaan Umum bernama Pondok Maos/Taman Bacaan “Guyub“. Pun Pondok Maos itu sudah terkenal, -kondhang kaloka- ...read more