Antologi Puisi SMS “MAAF”

Jujur saja, saya tidak bisa berpuisi apalagi menulis puisi. Setiap puisi yang saya coba untuk saya tulis, dapat dipastikan hasilnya adalah wagu alias norak. Itulah sebabnya saya amat sangat jarang menulis dalam bentuk puisi ~yang menurut guru bahasa Indonesia sewaktu sekolah dulu, sebuah puisi bagaikan kaca yang buram, tidak begitu jelas, tapi tidak gelap, entahlah, apa itu masih berlaku sampai sekarang?~… Be ...read more