wisata kuliner
Makmi Koyor
Dulu sekali, saya sering mengunjungi sebuah warung makan milik Mak Mi -saya tidak tahu nama aslinya-, di Jl Suyudono No 51, Semarang. Jualannya khas, nasi koyor. Lebih istimewa lagi, di tempat Mak Mi juga menyediakan terpedo, yang bagi banyak orang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria. Namun itu bukan klangenan saya. Goreng rajungan nglemburi lebih menarik minat saya. Sayang sekali, karena rajungan nglemburi juga susah dicari, harganya pun cukup mahal, sehingga jarang sekali saya bisa menikmatinya.
Soto Mak Srini Limbangan
Soto Mak Srini Pasar Limbangan Kendal; Sebagaimana umumnya nasi soto, material yang terkandung di dalamnya biasa-biasa saja. Ada nasi, taoge, daun seledri, bawang goreng, kecap, sambel, dan jeruk nipis. Optional, penikmat soto bisa menambah daging ayam atau jerohan sapi; babat dan/atau iso (bukan ISO file image). Teman makan yang tersedia juga biasa-biasa saja, optional ada tempe goreng, kerupuk, perkedel, tapi tidak ada aneka tusuk seperti sate ayam, sate kerang, dan sate telur puyuh.
Hiatus: Selesai dan Makan-makan
Acara HIATUS blog ini belum dapat dikatakan selesai 100%, baru kira-kira 68% saja. Tapi, yuk kita dolan-dolan ke warung makan dulu…
Sesekali saya merasa aneh juga. Gudeng Yogya masih ada di Yogya, Soto Kudus masih ada di Kudus, warteg pun masih ada di Tegal, tapi di Padang belum pernah saya menjumpai Warung Makan atau Restoran Padang… Adanya Warung Makan Masakan Uni Atun, atau Uni Azmi, atau Uni Yanti, atau uni-uni yang lain… Yang ini setara narsisnya dengan bebek goreng yang banyak sekali menjamur di sepanjang jalan Slamet Riyadi Kartasura… Ada Bebek Goreng Pak Ndut, Pak Slamet, Sari, Pak Embuh dan entah berapa banyak tak terhitung. Seringkali karena masih merasa kurang narsis, mereka menambah kala ASELI di belakang nama masing-masing…



Recent Responses