Tahanan 02 dan Juragan Lendhut

tahanan-02Tahanan-02: Seorang anggota dewan legislatif DPRD Provinsi Jateng dan oknum polisi yang diduga sedang menggelar pesta sabu-sabu ditangkap petugas Satreskrim Polwiltabes. Mereka digerebek di Hotel Permata Hijau, Jl Dr Wahidin, Kelurahan Semarang, Kamis (18/6) malam sekitar 21.30, oleh tim reskrim yang dipimpin AKBP Roy Hardi Siahaan. Tersangka bernama ~r12@~K03r41@8@n…

Anehnya, walaupun sudah tertangkap tangan, jelas-jelas menggunakan narkoba, pun dibuktikan dengan uji urine, tersangka -si tahanan-02- itu tetap saja ngeyel tidak mau menandatangani BAP… Tambah aneh lagi manakala beberapa bulan sejak menjadi tersangka (yang jelas bersalah sesuai bukti, entah kalau hukum bisa dikelabui), si tahanan-02 itu sukses menempatkan diri menjadi Wakil Ketua DPRD. Saya yakin, banyak yang tidak rela bilamana sebagai rakyat kok di DPRD diwakili oleh seorang pemadat. Indonesia mau jadi apa??? >>> gambar dari sini

korban-lumpurJuragan lendhut: Dalam bahasa Jawa, lendhut artinya lumpur. Sang juragan ini sebetulnya bukan berdagang lendhut, namun ada salah satu unit usahanya yang aktivitasnya ditengarai menjadi pemicu semburan lumpur di belahan timur pulau Jawa. Anehnya, baru-baru ini sang juragan terpilih menjadi pemimpin puncak partai kuning setelah bersaing ketat dengan kapten Haddock, mantan pembunuh hakim agung, dan seorang pemuda tak dikenal. Juragan lendhut mungkin masih bisa berkelit, bahkan masih saja sok mengurusi bidang kesejahteraan rakyat. Mantan pembunuh masih bisa berkilah bahwa dia telah menebus kesalahannya dengan hukuman. Kapten Haddock dan pemuda tak dikenal itu saya tidak tahu banyak track recordnya. Jelasnya, bila kursi para petinggi diisi orang-orang yang kurang baik, pasti akan ada pertanyaan; Indonesia mau jadi apa??? >>> gambar dari sini

Dua di atas, tahanan-02 dan juragan lendhut mungkin sama sekali tidak ada hubungannya. Tapi dua-duanya menambah kebingungan di dalam pikiran saya, apalagi setelah menyimak berbagai peristiwa nyeleneh;

  • Si Sri yang suwe ra bali-bali dikira ada sesuatu dengan Bang Toyib, belakangan ternyata ketahuan kalau Si Sri selingkuh sama Bang Senturi, bahkan sampai merogoh kocek sendiri rakyat menggelontorkan 6,7 T dana untuk menolong Bang Senturi…
  • Bung Jaksa yang begitu bersemangat menceritakan secara mendetail menceritakan perselingkuhan Kang Tosari dengan Dek Rani sampai-sampai pendengar terpana dan menjadikan ceritta itu lebih hangat dibandingkan dengan cerita pembunuhan Mas Rudin, akhirnya membuat bingung banyak orang, ini memang Bung Tosari yang nggasruh ataukah merupakan bagian dari penggembosan sebuah lembaga yang “mbebayani” hajat hidup banyak orang pejabat???
  • RS Omnivora yang ngeyel merasa dicemarkan nama jeleknya dan mokong melanjutkan kasus mbak Sumprit.
  • Dan banyak lagi yang lainnya… Mungkin saja sedulur sekalian masih punya perbendaharaan kebingungan…

Terus…. Kalau banyak kejadian seperti ini… Indonesia mau jadi apa???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

70 thoughts on “Tahanan 02 dan Juragan Lendhut

  1. Entahlah mas.. jaring-jaring hukum rasanya koq mokal diandalkan lagi… Jaring2 mental dan budi pekerti pun sudah lama “disempar” minggir…. Embuhlah… apa lagi yang bisa diharapkan…..
    .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan..Never Ending Nightmare =-.

  2. walah. banyak yang salah kaprah di negeri ini ya, mas.
    udah tau bandit kok malah dipilih jadi pemimpin.
    indonesia mau jadi apa?
    .-= sedulur marshmallow menampilkan tulisan..Simpati =-.

  3. ngomongin soal bingung, mesti dtambah dengan dunia sepakbola yang mangkin membingungi, contone, kalau mau main bal2an skrg ini, mesti was2 jangan sampae berkelahi di lapangan, kalau ga mau di tangkap polisi, padahal antara lapangan dan luar lapangan punya ranah hukum yang berbeda, jadinya penontonya juga bingung kalau ada pemain sepakbola yang diajukan ke meja hijau karna berkelahi kayak pemain persis Nova di PN Solo, sampai2, FIFA mengancam akan memperkarakan kasus ini bila ada pemain sepakbola yang di vonis gara2 bermain sepakbola, sedulur2 yang suka sepakbola mesti bingung, opo tumon?

  4. Itulah hukum yang ada di Indonesia. Pencuri kecil masuk penjara bisa sampai bertahun-tahun dengan siksaan. Sementara para pejabat masuk penjara hanya sebentar dengan fasilitas mewah. Ini adalah bukti bahwa Pancasila sudah tidak sakti lagi…

    Nyambung ma artikel diatas ga ya? Hehehe… Maaf Pak Andy

    • @Estiko, nyambung nggak nyambung nggak penting mas Estiko!… sampeyan komen di sini tanpa nyepam itu sudah matur nuwun bagi saya… sumpah! :-)

  5. pancen menawi dipikir2 kadang polah tingkah ingkang wonten ndhuwur puniko luwih ngguyokke tinimbang tiyang ingkang wonten ngandhap, kados kulo lan panjejengan sedoyo.

    • leres mas! najan menawi kula dipun pasrahi amanat saged mawon nggih mboten kiyat, ning langkung becik mekaten, tinimbang ngoyak amanat, pengin dados ningrat utawi pejabat nanging mboten ngukur kapasitas dhiri pribadhi…
      *suk mben, menawi mas yosafat nyalon, kula ndherek nyontreng mas! saestu!* (worship)

  6. Indonesia memang butuh pemimpin yang amar ma’ruf nahi mungkar. Di sepakbola ada pencari bakat yang tugasnya mencari pemain-pemain berbakat. Kalau di dunia politik sayangnya tidak ada pencari bakat yang tugasnya mencari calon pemimpin yang otaknya bener.

  7. duuh .. benar2 memalukan ..
    sedih kalo hal2 seperti itu kerap terjadi dan seolah biasa di negeri ini …

    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia
    .-= sedulur Abula menampilkan tulisan..Fokus pada Tujuan =-.

  8. rakyat jelata menjadi koraban para politikus seperti itu…

    hukum indonesia harus diperketat lagi, orang-orang yang pernaj tersandung kasus kriminal harus dilarang untuk mejadi wakil rakyat,….

  9. wong indonesia kan bermental telo…….
    berpikiran telo……….
    berkelakuan telo………
    diapapun juga tetep aja telo……
    yo akhirnya indonesia pun jadi telo……

    • lha kan pokoknya saya bilang sebegitu terperinci… saya ndak mau cerita lagi ah!… tambah bingung!…

  10. Untung aku waktu itu ndak nyoblos caleg yg berkaos no 2 di atas meski balehonya yang besar terpampang di tepi jalan dekat rumahku.