Tahu Serasi

Bandungan merupakan sebuah obyek wisata pegunungan yang terdapat di Kelurahan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Obyek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan selama 1 jam di sebelah selatan Semarang atau sekitar 20 menit dari Ungaran, atau sekitar 15 menit dari Ambarawa melalui jalur pegunungan. Bandungan memiliki udara yang sejuk dan segar sehingga banyak sekali terdapat hotel dan motel. Adapun obyek wisatanya yang terkenal yaitu Candi Gedongsongo. (wikipedia)

Berkali-kali melewati Bandungan, dan berkali-kali menikmati kelezatan Tahu Serasi, saya sama sekali tidak mengetahui siapa yang pertama kali mempopulerkan kuliner khas yang semakin lama semakin terkenal dan marak dijual di kawasan Bandungan. Baru-baru ini, ketika kembali melewati Bandungan, di tengah perjalanan di tengah hujan yang dingin, saya membutuhkan kehangatan. Tentu saja bukan kehangatan yang ada di hotel dan motel yang ~ternyata~ banyak juga yang menawarkan perempuan mesum sebagai teman di dinginnya udara pegunungan. Yang saya inginkan adalah Tahu Serasi yang digoreng dan dinikmati panas-panas bersama sambal kecap ditemani segelas minuman hangat… Favorit saya, sudah pasti adalah kopi yang diseduh air panas ditambah sedikit gula.

Dari hasil perbincangan dengan penjual Tahu Serasi, saya mendapatkan informasi bahwa awal mula yang memperkenalkan Tahu Bandungan yang kemudian dikenal dengan Tahu Serasi adalah Bapak Sindoro yang akrab dikenal sebagai Oom Shin, yang membuka usahanya di Jl. Raya Bandungan (depan Hotel Nugraha Wisata) Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Merupakan produsen Tahu Bandungan dengan nama Tahu Serasi yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Selain itu dapat dibeli juga sari kedelai yang enak rasanya. Tahu Serasi Oom Shin ini merupakan satu-satunya generasi penerus Tahu Bandungan yang asli, karena sekarang banyak sekali perusahaan atau penjual-penjual yang menjiplak merek Tahu Serasi Bandungan dari segi rasa dan kemasan. Meskipun banyak penjual tahu sejenis tetapi jika Anda menginginkan produk yang asli, Tahu Serasi Oom Shin inilah tempatnya. Dapat dimakan ditempat ataupun dibungkus untuk dinikmati di rumah. (kapanlagi)

Bagi saya, siapapun produsennya, siapapun penjualnya, Tahu Serasi memang khas. Bisa jadi karena proses produksinya yang lebih teliti, dan saya yakin, produsen dan penjual Tahu Serasi di Bandungan tidak akan berani mempertaruhkan kualitas untuk keuntungan jangka pendek. Tahu Serasi memang serasi dengan Bandungan yang dingin, dan semakin serasi karena sesuai dengan jargon ibukota Kabupaten Semarang yaitu Ungaran Serasi.

Selain Tahu Serasi yang kenyal dan padat, juga ada produk olahan kedelai lain yang mendampinginya, antara lain tempe, sari kedelai atau susu kedelai, dan gembus yang merupakan olahan dari ampas tahu. Saya juga suka Gembus Serasi itu. Butiran ampas tahu yang halus membuat gembus lezat itu nyaman di lidah, enak dikunyah, berbeda dengan gembus-gembus pada umumnya yang seringkali masih menyisakan serat-serat kasar di dalamnya…

Sedulur suka yang mana???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

41 thoughts on “Tahu Serasi

  1. Wah jadi penasaran nich pak dengan tahu serasi. Tahunya berarti serasi jika dinikmati dengan minuman apa saja nich pak

       0 likes

    • Menyesuaikan dengan selera… Yang jelas pas banget dipadu dengan minuman hangat, menyesuaikan dengan udara pegunungan yang dingin… bbbrrr… (mmm)

         0 likes

  2. Sayangnya saya belum pernah mencobanya. Sepertinya enak (mmm) nich. Apalagi disandingkan dengan kopi tubruk hangat. (hungry) pokoknya, kalo ke Bandungan atau Semarang, pengen mampir
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Kelebihan-kelebihan Linux =-.

       0 likes

  3. nyesel, nyesel…
    dulu waktu masih motoran mesti lewat mBandungan,
    selalu pengen tau apa itu tahu serasi,
    kirain tahu mentah yang tidak dimakan ditempat

    ternyata… (cry)

       0 likes

  4. belom tahu tuch tahu bandungan kayak gimana … (nyengir) … baru tahu tahu bandung sama tahu sumedang …
    kok jadi banyak tahu ??? hehehehe
    .-= sedulur gadgetboi menampilkan tulisan..Three!!! =-.

       0 likes

  5. saya hampir tiap buLan kL pLg Smg-Pbg past lwt bandungan.. cm 1 ato 2 kaLi nyicipi tahu itu…

       0 likes

    • tempene sing bungkusan godhong kuwi…
      biasane aku tuku mentahan, digoreng, dibacem uenak buangets….

         0 likes

  6. aku kalo ke bandungan sukanya makan swike..apalagi kalo abis renang..heee..tapi itu duluuuu banget mas…

       0 likes

  7. tahu serasi, pembuatnya penuh kontroversi pak, aku pernah wawancara, si oom itu ga welcome, menurut para pedagang sekitarnya, om itu sukanya mengklaim, krn tahu itu sudah lama di produksi oleh pedagang sana, lagian sekrg tahu serasi tidak hanya punya dia kan, kapan2 perlu mencicipi jus tahu, kawan ku buka kedai di deket situ, bahan bakunya? ya tahu serasi itu, rasanya ga bisa digambarkan deeh, pasti wenaaak tenan.

       0 likes

    • betul… jujur saja, keterkenalan tahu serasi juga tidak lepas dari peran pemerintah dalam mepromosikan wisata…
      oom itu rasa-rasanya tidak punya semangat opensource… wakaka (lmao) soal jus tahu, itu sudah biasa di semarang, dulu banyak yang jual wedang tahu (klangenane bojoku) (mmm)

         0 likes

  8. lihat fotonya aja untuk mengundang selera apalagi kalau dikasih, wah.. pastinya enak sekali, he..he…

       0 likes

  9. wah nak tahu kwi mben dino mangan, wong pabrike ngisor omah hehe……
    pancen mak nyus nak di pangan sore2, plus ngnombe SuSu dele ne…….

       0 likes