Teh Susu

Bicara soal teh susu atau milk tea di sini bukan berarti membicarakan mbak Sisy -seorang ibu yang still look good in jeans- pemilik Blog Secangkir Teh Susu. Bicara soal susu pun bukan pula berarti membicarakan susu dalam arti payudara, apalagi mengarah ke susu gede sebelah. Bicara soal teh susu di sini benar-benar menyoal minuman yang terbuat dari campuran teh dan susu yang merupakan minuman yang lazim di dalam berbagai kebudayaan terutama di Asia.

Di Hongkong teh susu biasa disebut susu stocking karena warnanya mirip warna kebanyakan stocking atau kaus kaki ketat yang biasa dipakai wanita. Di Taiwan ada teh susu mutiara yang terbuat dari campuran teh dan susu yang ditambahkan bola-bola tepung berukuran kecil yang terbuat dari tepung sagu, tepung aren, atau tepung tapioka. Masih banyak lagi berbagai varian teh susu. Tehnya bisa teh merah, teh hitam, atau teh hijau, tentunya kalau menggunakan teh hijau warnanya menjadi lebih pucat. Susunya pun bisa beraneka macam, bisa susu segar baik susu sapi, susu kambing, atau susu kuda. Bisa juga susu olahan seperti susu bubuk atau susu kental manis.  *susu manusia sepertinya tidak layak untuk dicoba diramu menjadi teh susu*… Orang Mongolia biasa menggunakan garam sebagai perasa, namun kebanyakan gula sebagai pemanis yang lazim digunakan, walaupun kadang-kadang ada pula yang menambahkan sedikit garam untuk menajamkan rasa gurih dari susu.

Jujur saja, masa kecil saya kurang akrab dengan susu kecuali susu ibu. Itu sangat dipahami karena budaya di Indonesia terutama di pedesaan pada masa dulu jauh dari susu. Berbeda dengan di Arab atau di Eropa atau di India yang sejak ribuan tahun lalu masyarakatnya sudah akrab dengan susu. Belakangan saya juga merasakan ketika pemerintah gencar-gencarnya mencanangkan empat sehat lima sempurna, ternyata pada saat itu sedang teken kontrak membuka kesempatan bagi investor asing yang bersemangat memasukkan susunya ke Indonesia -pantas saja, sekarang makin banyak orang buka-buka susu-. Budaya susu pun dikenalkan oleh pemerintah kita dengan dalih urusan kesehatan atau kesempurnaan asupan gizi. Padahal menurut pakar gizi, untuk urusan asupan pangan bergizi yang penting adalah tersedia air, mineral, zat tenaga yang terpenuhi makanan yang mengandung karbohidrat dan gula, zat pembangun yang terpenuhi dari makanan yang mengandung lemak dan protein, dan zat pengatur yang terpenuhi dari makanan bervitamin. Persepsi di jaman sekarang ini, kalau tidak bisa minum susu bisa-bisa dianggap kurang gizi… (haha)

Saya sendiri, soal makanan lebih akrab dengan telur ayam kampung atau telur bebek yang diceplok, juga akrab dengan tempe goreng berkawan dengan aneka sayuran ditambah bumbu sambal pecel atau sambal parutan kelapa. Kalau buah-buahan sih selalu saja ada kesempatan untuk mencuri dari kebun tetangga, entah mangga, jambu, nangka, rambutan, dan lain-lain.

Soal minuman, saya lebih akrab dengan air putih, kopi atau teh saja. Jarang sekali minum susu karena anggapan masa itu minum susu untuk anak-anak saja, setelah agak besar sedikit dan masuk usia sekolah, susu tidak lagi banyak dikonsumsi. Bilamana kebetulan minum susu, biasanya selain susu segar paling-paling susu kental manis. Campuran yang lazim adalah kopi atau coklat, jadinya adalah kopi susu dan susu coklat. (mmm) Sesekali waktu saya masih kecil dulu, bilamana bapak saya pulang dari kota seringkali membawakan beberapa botol air soda dan segera membuatkan soda gembira -susu dicampur sirup (favoritnya sirup merah) dan air soda serta ditambahkan es batu agar menjadi lebih segar- untuk anak-anaknya. Waktu itu masih belum mengenal teh susu.

Sampai saya beranjak dewasa, saya tetap masih belum mengenal teh susu walaupun sudah mulai mengenal produk-produk di pasaran dimana susu pun tetap enak ketika dicampur dengan aneka rasa buah-buahan. Baru ketika suka plesiran dan melakukan perjalanan ke ujung Sumatera melalui lintas timur bertahun-tahun lalu, saya mengenal teh susu. Suatu waktu malam-malam setelah menyeberangi selat Sunda, perjalanan naik bus dilanjutkan terus ke timur. Singgah di  makan malam di rumah makan Begadang entah berapa karena selanjutnya ada beberapa rumah makan berjudul Begadang, dan ketika esok harinya pagi-pagi menjelang masuk kota Kayuagung sebelum Palembang,  singgah lagi di sebuah rumah makan. Saya menyempatkan mandi, sarapan, dan pesan susu hangat.

Saya tak tahu mengapa, yang disajikan menemani sarapan adalah teh susu. Mulanya saya heran, dan mencicipi teh susu atau milk tea  itu berasa agak aneh di lidah. Belakangan saya baru tahu bahwa teh susu sudah lebih dulu dikenal di Indonesia-Jauh itu dibandingkan di wilayah-wilayah Indonesia-Dekat lainnya… :-D

Sejak itu, saya menyukai teh susu apalagi bila disajikan hangat di malam hari yang sejuk…

Apalagi sejak kepindahan saya ke Kota Solo alias Surakarta yang dekat dengan Boyolali Kota Susu, kota kelahiran ibu saya. Di Solo banyak sekali warung-warung tenda yang berjualan susu segar. Tentu saja ada pilihan menu aneka rasa. Biasanya, warung tenda susu segar itu judulnya berawalan dengan SHE, misalnya She Jack, She Joli, She Kancil, dan she-she lainnya. Entah mengapa judulnya pakai SHE begitu, saya sama sekali tidak tahu.

Kedekatan saya sekeluarga dengan susu menjadikan saya sekeluarga juga lebih sering mengkonsumsi susu. Bahkan, saking sukanya sama susu, kami berlangganan susu segar. Seminggu tiga kali ada penjual susu yang mengantar ke rumah. Bila di hari lain dimana penjual susu tidak datang dan kebetulan ingin minum susu, hanya berjalan beberapa puluh meter saja sudah bisa ditemui warung tenda susu segar… Dan kegemaran saya akan teh susu pun semakin gampang terlampiaskan…

Apakah sedulur suka susu?

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

69 thoughts on “Teh Susu

  1. SHE :safety healty enfironment,lho,susune neng ndi?? :)

    dulu aku juga sering buat teh susu,waktu pertama buat diledekin,tapi setelah tau rasanya malah pada pengen dibuatin terus.kadang juga suka buat teh kopi,teh tubruk dicampur sedikit bubuk kopi,aromanya cukup sebagai pengobat rasa rindu akan kopi

  2. saya suka susu!! (dance) (mmm) … dari dulu saya gila sama susu … masa kecil setengah gaji habis kali dibeliin susu untuk saya (lmao) … *curhat lagi* …

    teh susu itu minuman favorit saya kalau malam (kok kita sama ya mas? (LOL) ) … maklum saja masa kecil saya itu pernah di negara yang dulunya dijajah oleh inggris, jadi masyarakatnya punya kebiasaan menyeruput teh susu di sore hari ….

  3. Teh itu kan dulu yg bawa masuk ke Indonesia adalah Belanda, rakyat dipaksa untuk menanam teh yang hasilnya kemudian di kirim kembali untuk kerajaan Belanda, untuk kualitas yang bagus tentu saja, sedangkan untuk kualitas yang jelek dikonsumsi sendiri oleh para penanam teh di Indonesia. Kalo di sini orang pada suka teh yang ada rasa2nya sepet itu sebenarnya malah teh yang kualitas jelek karena batang tehnya ikut kegiling.

    Nah kalo Teh Susu gak tau juga siapa yang mulai mengenalkannya di lidah masyarakat Indonesia..

    Wasyuuukk dowo men le ku komen, ngertio tak gawe posting dewe wae..hahaha..

  4. kalo kecil dulu saya sering minum susu cap beras alias tajin campur sedikit gulo jowo heheheh’ dadi eling jaman susah. padahal saiki isih susah :)

  5. hahaha…. saya suka segala jenis susu… mulai dari yang berbungkus kaleng, kardus, sampai kain plastik… tapi kalau teh susu, cuma sering mampir ke blog tehsusu aja dibanding minum teh campur susu

  6. saya belum nyoba teh susu cah, tapi bila suatu saat nanti mampir nang omah sampeyan, saya pasti akan coba.. selama piala dunia 2010, saya sering mengkonsumsi zuzuvella, (lmao)

  7. temen saya kemarin iseng2 di warung pesen gini “mbak minta teh susu tubruk” hehehe, niatnya sih cuma guyonan, tapi oleh mbak2nya dibikinin beneran, jiahhh setelah aku ikut nyicip, rasanya nggak karuhan (doh)

    • kopi vietnam emang josss… saya pernah ngimpor dari vietnam, mas Boyin!
      rasa robustanya mantap, sayangnya kebanyakan ukuran bijinya kecil sampai medium, sedikit sekali yang large atau extra large…

  8. Hhaahhaa… mas, postingannya ini kocak deh bahasanya.
    Jadi di Hongkong namanya Susu Stocking ya? Betul juga ya, karena persis sekali dgn warna stocking.
    Saya juga waktu kecil akrabnya ya susu ibu toh mas hehee… cuma agak gede baru deh ganti ke dancow :D.
    Sekarang ini saya gak begitu suka susu. Dari dulu juga begitu. Ya seperti katamu mas, susu itu hanya pelengkap saja, toh utamanya semua bisa didapat dari makanan. Jadi anak saya sekarang juga susunya ya susu Dancow saja, ga usah yg mahal2 itulah, yg penting gizi makanannya terjaga…
    Mas, saya suka tehsusu. Apalagi hangat-hangat… aduhhh perut rasanya adeemmm……. :)

    • hehe… tulisan ini sebetulnya memang untuk seorang ibu yang still look good in jeans
      sebetulnya juga, saya kurang suka susu dalam keadaan murni, tapi suka mengonsumsi susu dalam bentuk teh susu atau kopi susu… favorit saya tetap teh susu… (drinking)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>