Tiga Periode

Uhuk… Tiba-tiba saya tersedak ketika tangan kiri saya menyumpalkan cemilan buka puasa ke mulut sambil tangan kanan saya menari-nari di atas touchpad laptop. Beberapa situs sosial media yang saya buka penuh dengan pisuhan yang ditujukan pada Ruhut Sitompul alias bangpoltak.

Aahhh… Seharian berpuasa dan mengikuti sunnah tidur di siang hari membuat saya ketinggalan berita. Seketika adzan Maghrib dikumandangkan keras melalui TOA mushola, diledakkanlah emosi yang ditahan-tahan seharian. Es soda gembira segelas besar dan aneka penganan saya nikmati sambil membuka laptop bulukan yang terhubung ke internet melalui wvdial.

Topic menarik kemarin –walaupun bukan trending topic– adalah wacana demokratis manipulatif feodal yang dilontarkan #bangpoltak tepatnya #bangkoplak di media massa terkait dengan kepemimpinan negeri ini (presiden) yang telah memasuki periode ke dua. Dan wacana yang dilontarkan #bangkoplak adalah “lanjutkan” sampai 3 periode.

Sumpah! Bagi saya ini amat sangat koplak.

Beberapa kali amandemen Undang-Undang Dasar yang salah satunya berupaya membatasi periode kepemimpinan –tegasnya adalah masa jabatan presiden– tidak diperjuangkan dengan cara mudah. Memang sih, sebelum amandemen pun sudah jelas bahwa kekuasaan presiden adalah tidak tak terbatas. Namun, dalam kenyataannya Indonesia pernah mengalami masa kepemimpinan yang sangat panjang, sampai-sampai batas tidak tak terbatas menjadi semakin tak terbatas.

Memang tidak mudah, namun melihat prestasi tidak terselesaikannya banyak masalah di periode lalu dan periode ini dari aneka ledakan bom hijau sampai masalah eksistensi rasanya tidak bisa dijadikan alasan untuk melanjutkan. Anehnya, bangkoplak malah bangga saat wacana yang dilemparkannya menimbulkan pro-kontra.

Yeach… Sepertinya Ruhut Sitompul dan SBY sedang bersandiwara. Tak peduli banyak kata sinis terungkap di mana-mana yang bagi saya bukan hanya sinis melainkan membuat tertawa, misalnya: “Lama2 trik mendongkrak citra terbaca. Pagi hari badut dipaksa kentut, malam hari pendekar menebar aroma wangi. Trik preman tnhabang”… Atau menyindir bilamana anggota DPR/MPR disuap semilyar seorang agar bisa lakukan amandemen lagi, total setrilyun bukan harga yang mahal untuk melanggengkan kekuasaan seperiode ke depan.

Tidak semua salah yang di atas… Yan dibawah pun banyak yang bermental penjilat…  Menyebalkan!!!…

Suapan penutup buka puasa sambil menyimak akun twitter bohongan @Ruhutsitompul menjadikan perut kenyang sekaligus mulas kebanyakan tertawa. Namun di dalam hati saya tumbuh kesadaran baru. Baik atau buruk, inilah negara saya. Sayangnya, saya masih tidak bisa melakukan apa-apa…

Barangkali lebih baik menjadi Kumbakarna daripada menjadi Wibisana, apalagi Rahwana…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

49 thoughts on “Tiga Periode

  1. PERTAMAX… (pertamax)
    maaf, makan menggunakan tangan kiri memang tidak dianjurkan.
    sayangnya tetap dilakukan karena tangan kanan enggan berminyak-minyak membekas di laptop bulukan dan mengundang semut saat ditinggalkan tarawih… :-)

  2. ada beberapa kemungkinan,yang semua nengarah pada kepentingan pribadi dan kelompok. akhir2 ini,demokrat dan si poltak ketenaranya sudah mulai pudar,dengan begitu kan rattingnya naik lagi,kemungkinan yang lain memang ingin melanggengkan kedudukan

    tapi gak ngerti juga ya,orang aku juga sudah berbulan bulan tinggal di hutan

  3. semalam di acara provocative proactive, pandji bilang gini “kenapa ya kita mau2nya membesar2kan wacana yg ditelurkan sama satu orang, satu orang loh! bang ruhut pulak!”
    (haha) seolah2 menyiratkan kalo kita ga perlu meanggap tiap2 apa yg dibilang sama orang (yg ga penting) itu (devil)

  4. wetengku langsung mules krungu ocehane bocah koplak kuwi. hanya test case untuk melihat reaksi rakyat. bayak yang setuju apa tidak.
    yang dicalonkan pura pura menolak (doh)

  5. mainkan bang poltak………… sayangnya banyak yang sudah bisa membaca strategimu. ayolah jgn cuma mengaransemen lagu lama, ciptakan donk lagu baru yang lebih indah. Tema koplak tak masalah yang penting kapital kenceng wakakakakkaa

  6. “Sayangnya, saya masih tidak bisa melakukan apa-apa…”
    Hla wis nek ngunu sampeyan wae suk tak jagokke dadi presiden.. gelem porak? (lmao)

  7. Seandainyapun presiden kita ini 100x lebih baik dari SBY, 2 kali masa jabatan is final, nggak boleh lebih, soalnya, dipastikan dibawahnya orangnya ya itu ituuuu saja, yang akhirnya tercipta budaya yang mengerikan namun tidak disadari, karena sudah mendarah daging, masih perlu disebutkan kah mas?

  8. “Uhuk… Tiba-tiba saya tersedak ketika tangan kiri saya menyumpalkan cemilan buka puasa ke mulut sambil tangan kanan saya menari-nari di atas touchpad laptop.”

    (bigeyes) Buka puasa pke tangan kiri? (doh) (nottalking)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *