Tips Aman Bermain Mercon/Petasan

Petasan atau sering pula disebut mercon (di beberapa daerah ada yang menyebut percon atau long) adalah permainan yang sudah kuno sekali. Menurut cerita sejarah, pertama kali petasan dimainkan oleh bangsa Cina ribuan tahun lalu. Merekalah yang menemukan bubuk mesiu yang material utamanya adalah potassium. Perkembangan selanjutnya, bubuk mesiu dan aneka variannya digunakan pula untuk senjata api dan bermacam alat perang, serta untuk roket berbahan bakar padat.

Petasan masih saja tetap petasan yang hanya digunakan sebagai permainan semata, walaupun keramaiannya seringkali hanya di saat lebaran saja.

Walaupun bentuk dasarnya hanya gulungan kertas yang padat dengan tutup berlubang di atasnya untuk sumbu dan dirapatkan di dasarnya, variannya beraneka macam dari mulai yang kecil mungil sampai yang berukuran besar, dari yang bunyi ledakannya cuma bikin geli sampai yang mengagetkan karena getarannya yang sangat kuat. Sumbunya ada yang langsung direkat dengan bahan semacam korek api sehingga memantiknya cukup digores ke benda keras atau ke gesekan yang ada di wadah korek api. Yang seperti ini biasanya berukuran kecil atau rawit. Yang berukuran lebih besar biasanya bersumbu menjuntai. Panjang pendeknya tergantung selera dan tergantung kepiawaian pemain petasan. Sumbu ini juga bisa disambung dengan sumbu petasan lain sehingga menciptakan rangkaian petasan yang akan seru sekali bila diledakkan.

Ada varian petasan yang tidak menimbulkan suara ledakan misalnya yang berfungsi sebagai kembang api. Prinsip dasarnya sama saja. Bubuk mesiunya sedikit berbeda karena ada bahan lain yang ditambahkan. Namun, bila dalam petasan bubuk mesiunya disimpan di dalam tabung mercon dengan rapat dan hanya menyisakan lubang sangat kecil untuk sumbunya sehingga bilamana mesiu tersulut api akan menimbulkan ledakan yang merusak badan petasan, pada kembang api justru lubang keluarnya diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi ledakan melainkan muncratan bunga api. Ada pula yang kekuatan semburan terbakarnya mesiunya dimanfaatkan untuk melontarkan petasan itu ke udara. Yang seperti ini pada dasarnya sama dengan roket.

Petasan yang menimbulkan suara ledakan tidak mesti berbubuk mesiu. Bisa juga berupa meriam yang berbahan bakar minyak tanah atau karbit. Yang seperti ini lazim disebut mercon bumbung atau long bumbung.

Petasan berbahan bakar mesiu yang menimbulkan suara ledakan, sudah lebih dari satu dasawarsa ini dinyatakan dilarang oleh pemerintah di Indonesia, bahkan petasan digolongkan sebagai low explosive disaster. Saya tidak tahu mengapa pemerintah melarang permainan sederhana itu. Bagi saya, itu kebijakan yang aneh. Bukankah lebih baik mengadakan sosialisasi bermain petasan yang baik dan benar? (lmao)

Just kidding coy! Walaupun merasa agak aneh, saya suka kebijakan pelarangan mercon ini karena dalam prakteknya cukup tegas terhadap para pelaku baik produsen maupun konsumen. Dalam banyak kebijakan, pemerintah seringkali hanya tegas di sisi konsumen saja namun masih ramah terhadap produsennya.

Walaupun petasan hanya sebagai permainan, namun tergolong permainan berbahaya sehingga bilamana ingin bermain petasan haruslah menguasai tips & trik aman bermain petasan sebagai berikut:

  • Harus dipahami terlebih dahulu mode petasan yang dimainkan, apakah untuk keperluan sendiri (individualis), untuk dimainkan bersama-sama baik sebagai ajang kumpul-kumpul saja maupun untuk meramaikan suatu kegiatan tertentu. (sosialis), atau untuk keperluan bisnis (kapitalis) … :-p
  • Hindari bermain petasan di lingkungan yang tidak suka petasan, lebih baik bermain di tempat yang jauh dari keramaian saja.
  • Pemain petasan haruslah orang yang mempunyai daya reflek yang tinggi. Ini penting bila akan memainkan petasan yang disulut dan dilempar. Kecuali petasan korek yang menyalakannya dengan menggesekkan ujung petasan ke gesekan korek, jangan sekali-sekali memegang badan petasan tanpa memegang sumbunya. Cara yang paling aman adalah memanjangkan sumbunya dan menjepitnya di antara ibu jadi dan telunjuk. Saat ujung sumbu terbakar dan merembet ke mercon, tangan berfungsi sebagai sensor yang menentukan saat yang tepat untuk melemparkan petasan. Bilamana terlambat dilemparkan, petasan akan mati dan tidak jadi meledak karena sumbunya mati terjepit jari.
  • Bila memainkan petasan yang juga sebagai roket (misalnya mercon sesdor), bermainlah di tempat yang jauh dari pemukiman karena arah terbang petasan tidak bisa dikendalikan, hanya bisa diarahkan saja namun tidak presisi.
  • Bila belum pintar bermain petasan, gunakan tongkat dengan bara di ujungnya untuk menyulut petasan.
  • Pahami betul bahwa permainan ini berbahaya namun tidak mesti selalu dihindari karena ada tantangan mengasyikkan saat bermain petasan.
  • Jangan menyimpan petasan di tempat yang beresiko terkena api, atau di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.
  • Yang terakhir yang paling penting, jangan bermain petasan bilamana ada aparat  berkeliaran karena sampai saat ini petasan masih dilarang.

Oops… maaf, seharusnya saya tidak mengungkapkannya di sini, karena bisa jadi saya akan dituduh menyebarluaskan sesuatu yang dilarang pemerintah. :-p

Berhubung saya suka petasan, saya pun mengajari anak saya bagaimana cara bermain petasan dengan baik dan benar. Banyak orang menganggap saya aneh karena mengajarkan sesuatu yang berbahaya kepada anak saya sendiri, namun saya menganggap terlalu banyak hal berbahaya di dunia ini sehingga lebih baik mengenali bahaya daripada menghindarinya…  (haha)

Sedulur suka bermain petasan???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

46 thoughts on “Tips Aman Bermain Mercon/Petasan

  1. kalo dulu kecilanku, untuk mengurangi waktu meledaknya diakali dengan membuang isi mesiu pada sumbu yang terbuat dari kertas. dengan membuangnya otomatis kecepatan rambat api akan berkurang. kalo jenis petasan kecil yang sumbunya dari benang kasur yang diberi belerang, bisa diakali melilitkan perban di sekitar jari yang digunakan untuk memegang.

  2. wah, udah hampir sepuluh tahun ini pula aku gak main main ama petasan lagi., jadi pengen nyobain lagi nie keknya…

    ditempatku kerja kan tiap hari ada peledakan, bisa nyuri dikit bomnya, buat ganti petasan… :)

  3. kalo mau yaang lebih asik dan dulu sering kumainkan sama teman-teman adalah dengan balon gas dari karbit, dikasih tali pendek kira2 10cm trus di bawah tali dikasih kertas koran yang diuntel2 memanjang. kertas korannya dibakar trus balonnya diterbangkan. efek ledakannya selain bunyi adalah seperti bom napalm.

    NB: jangan main dekat rumah, disarankan main di tanah lapang

  4. Aku wonge kagetan jhe pakdhe… hehehee
    tapi biyen seneng dolanan mercon, wes tau konangan di unak-unek’ke karo satpam kampus UII goro2 dolanan mercon neng area kampus, hahahaa

  5. mendingan uangnya dipakai utk beli buku atau ditabung, diledakkan sekali udah keluar duit lima ribu lebih…. kasian kan…

  6. acem2…komengku ora diapprove dewe..sialan ik..
    deskriminasi ky ne….payah deh..
    padahal blog-e yo NOFOLLOW lho…

  7. kenapa ya, petasan identik dengan bulan puasa? napa bukan taun baru aja gituh?
    apa untuk ujian kesabaran juga? kan kalo kaget dengar petasan, orang2 suka spontan marah2, trus diingetin.. puasa.. puasa… :-P

    • kayaknya ini soal budaya deh! dan sepertinya budaya ini dibawa dari daratan China dimana saat merayakan sesuatu orang2 China suka bermain petasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *