Top Soil

Top Soil atau topsoil adalah lapisan tanah bagian atas. Istilah ini lazim digunakan di dunia pertanian, geografi,  geologi, arkeologi, dan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan tanah.

topsoilTopsoil is the upper, outermost layer of soil, usually the top 2 inches (5.1 cm) to 8 inches (20 cm). It has the highest concentration of organic matter and microorganisms and is where most of the Earth’s biological soil activity occurs. Plants generally concentrate their roots in and obtain most of their nutrients from this layer. The actual depth of the topsoil layer can be measured as the depth from the surface to the first densely packed soil layer known as subsoil. (kutipan dari: wikipedia, gambar dari: msnucleus).

Di bidang pertanian, topsoil mempunyai peranan yang sangat penting karena di lapisan itu terkonsentrasi kegiatan-kegiatan mikroorganisme yang secara alami mendekomposisi serasah pada permukaan tanah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesuburan tanah. Banyak kalangan lazim menyebut topsoil ini adalah lapisan humus.

Beberapa waktu lalu, di sela-sela cangkrukan“>nyangkruk di persawahan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, saya melihat keanehan (sebetulnya saya sudah mengamati sejak setahun yang lalu).

Saat ini,  luas areal persawahan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo semakin menyempit karena ekspansi kawasan pemukiman di Solo dan sekitarnya yang mau tidak mau mengorbankan areal persawahan. Mungkin karena benar apa yang disebutkan dalam pepatah Jawa “angkuh kalah karo butuh“, ketika kebutuhan akan perumahan semakin meningkat, dan tidak ada kawasan lain yang bisa digunakan kecuali areal persawahan, runtuhlah keangkuhan untuk mempertahankan persawahan. Dalam hati saya juga menduga, jangan-jangan runtuhnya keangkuhan itu bukan semata-mata karena kebutuhan melainkan karena keangkuhan (atau kekuatan) kapitalisme.

Petani yang modal utamanya adalah luas lahan dan kesuburan tanah, di musim kemarau ini justru menjual topsoil. Bukan untuk keperluan yang berkaitan dengan tanam-menanam (gardening), melainkan untuk pasokan bahan baku pembuatan batu bata (bata merah). Iya sih, lapisan tanah itu memang merupakan material yang sangat bagus untuk pembuatan batu-bata, tapi konyol sekali bila lapisan subur itu dikupas begitu saja. Padahal, untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami tentunya membutuhkan waktu, tidak bisa secara instan dengan penambahan pupuk-pupuk pabrikan. Bahkan bilamana dilakukan penambahan pupuk fine compost sekalipun, tetap saja tidak serta-merta kegiatan mikroorganisme menjadikan tanah kembali subur.

pengupasan lahan sawah yang digunakan untuk bahan baku pembuatan batu bata

Beruntung, tidak semuanya begitu. Masih ada petani-petani yang bersemangat di musim kemarau ini. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan air, mereka sampai-sampai harus menyewa mesin pompa. Entah sampai kapan semangat itu bisa bertahan. Jangan-jangan ketika mereka dihadapkan pada perhitungan-perhitungan untung-rugi sesaat, akhirnya lagi-lagi “angkuh kalah karo butuh“…

bajak dan pompa, sentuhan modern petani Indonesia jaman sekarang

Jadi, kita harus bagaimana??? Apakah nanti kita akan makan batu-bata??? (thinking)

Hoi… pak penyuluh pertanian… sampeyan sedang dimana??? (bringit)

*Catatan Andy MSE: sebetulnya saya sudah menunggu-nunggu untuk mempublikasikan tulisan ini sejak setahun lalu, namun karena tidak mendapatkan gambarnya terpaksa baru dipublikasikan musim kemarau ini.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

17 thoughts on “Top Soil

  1. Penyuluhan? Bukankah itu cuma teori jaman orba? Sekarang lebih banyak yang menyuluh kodok untuk mendapatkan kebutuhan perut tersebut..
    Saia bilang begitu karena saia juga melakukan untuk kebutuhan.

  2. @Pak Marsud
    yo jelas uwong to Pak… mosok wedus???
    wedus yo ra ngeblog… wakakakakak… :D

    @Andy
    aku salut karo kepekaanmu melihat kondisi yang ada dan menuangkannya dalam tulisan…
    dua jempol kanggo kowe…

    • korek jres itu sebagai pembanding saja, seberapa ketebalan tanah yang dikelupas… kira-kira 20sm lebih lah!… artinya, itu lapisan topsoil… :-)

      • (doh) dimana utekku, gak kepikir sampe kesitu?
        tak pikir pesan seponsor (haha)

        Pakdhe Andy memang top tenan (goodluck)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *