Tuslah

Tuslah, serapan dari bahasa Belanda “toeslag” adalah pembayaran tambahan. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bisa bermakna; extra allowance; wage supplement; excess fare; extra charge on tickets. Paling sering kita mendengar kata tuslah pada waktu-waktu dekat dengan hari raya atau masa liburan. Biasanya berkaitan dengan naiknya tarif angkutan umum baik darat, laut, dan udara.

Secara resmi pada Idul Fitri 1430H/2009M ini pemerintah melalui instansi terkait tidak memberlakukan tuslah untuk tarif angkutan umum. Namun, sayangnya tidak dipatuhi oleh penyedia layanan angkutan umum. Diberlakukan atau tidak diberlakukan tuslah, hukum pasarlah yang berkuasa sehingga tarif angkutan tetap saja naik bahkan mencapai lebih dari 50%. Dengan jelas, terlihatlah bahwa pemerintah kalah kuasa dibanding hukum supply-demand itu.

tuslah

Walaupun kata tuslah sebetulnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan berkaitan dengan pembayaran tambahan, masih jarang sekali kita mendengarnya di luar urusan tarif angkutan. Beruntung, saya berkesempatan melihat tuslah di bidang kuliner.

Gambar diambil di sebuah rumah makan padang di Jl Slamet Riyadi, Makamhaji, Kartasura.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

85 thoughts on “Tuslah

  1. Budaya “mremo” kayak gini ini sebetulnya cerminan lemahnya pengawasan dan campur tangan pemerintah…, masyarakat kita belum “pintar” membaca aturan pemerintah.
    Nyata yo mesti tdk dipatuhi.. lha wong melanggarpun tidak ada sangsi apa-apa…
    .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan..Genderang Perang =-.

  2. aturan kan dibuat untuk dilanggar, kalo ngga ada aturan ya bikin aturan sendiri,
    yang nantinya dilanggar ato tidak, ya terserah, namanya juga aturan sendiri.

  3. tuslah..?
    udah lama aku nggak ndenger kata itu..!

    maaf pak jarang berkunjung..!
    mumpung belum terlambat.
    mohon maaf lahir dan bhatin..!
    Selamat hari raya idul fitri yah..!

  4. lha iki… wingi pas pulkam yo podo… sak kabehane mundak… untuk angkutan umum sih rata2 (untuk jarak jauh) naek 5 ribuan, panganan yo mundak, parkir opo meneh… 2 kali lipat… emang sebuah fenomena juga nih… padahal BBM ora mundak tapi sak kabehane latah mundak… (doh) .-= sedulur masiqbal menampilkan tulisan..Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Wisata Solo =-.

    • hihihi…
      jawaban OOT: jangan sundul komodo di new7wonders… nasibnya nanti kayak borobudur, 40% pendapatan masuk ke unesco, 40% ke pengelola (di dalamnya ada unsur unesco lagi) dan 20% masuk ke pemerintah pusat… pemerintah daerah hanya dapat dari restribusi parkir dan pasar souvenir. artinya hanya ketempatan dan tidak memiliki…

  5. selama ini saya kirain istilah tuslah hanya ada pada sistem transportasi, ternyata berlaku juga dalam dunia kuliner. hehe. lagian tega amat lebaran naikin harga. mustinya lebaran kan makan digratisin buat para tamu, termasuk tamu rumah makan. ya tho, mas?
    .-= sedulur marshmallow menampilkan tulisan..Senin Pertama di Dunia =-.

  6. Kalo mau jujur, para pengguna angkutan lebaran pasti lebih suka menggunakan tuslah mereka sendiri pak daripada nyang ditetapkan pemerintah, toh sudah ditetapkan pemerintah aja mereka misih suka nyrobot n nylonong sak karepnya sendiri.

  7. Mengapa harus ada Tuslah..?? Bukahkah semua tarif harus tetap sama seperti hari biasa.. Tuslah kuliner yang paling menjengelkan. Orang-orang pada kelaperan, eh harga sembako malah dinaiki. Nasib..nasib.. Memang report jadi orang miskin. Sudah kere, ena tuslah pula.. Mungkin kalo orang belanda ga pernah menjajah Indonesia, tuslah pasti ga akan pernah ada.

  8. Ya.. ngomongin tuslah berhubungan erat dengan akumulasi biaya untuk Ramadhan dan Iedul Fitri, tapi ada fenomena menarik untuk tahun ini, biasanya pada h-7 pasar pasar sentral seperti Beringharjo, Kranggan dsb selalu penuh dengan aktifitas jual beli, beberapa dari outlet kantin di dekat kantorku cerita hingga h-2 baru ada geliat di pasar pasar tsb. jadi bisa dibayangkan betapa perasaan para pelaku bisnis midle-low end di pasar tsb yang was-was seiring dengan membubungnya harga harga kebutuhan lebaran.
    Demikian juga dengan kebutuhan liburan, Lebaran, Reuni…. sepertinya pemerintah memang gagal untuk menyediakan sarana transportasi yang masal,murah, aman, dan nyaman yang membikin kita gak mikir bemper lecet, spion pecah, atau nabrak anake wong…. * belajar komment nok blog e temen hihihihi….

  9. untuk kereta api bisnis dan eksekutif menentukan tarif sendiri pada hari-hari lebaran. Apakah ini termasuk dinamakan tuslah ? atau kereta api bisnis dan eksekutif tidak termasuk angkutan umum sehingga bisa menentukan harga sendiri ?

  10. biasa itu mah an .. prinsip selama bulan puasa dan lebaran kan : “kalau bisa mahal kenapa harus murah?” .. hehehe ..
    tapi kalau bisa ya jangan berlebihanlah .. sewajarnya aja ..

  11. ngomong2 tentang tuslah..aku yo lg rodo eneg ki mbek jalan tol…mosok cakung – bekasi barat tarif tolnya naik lagi…wong mung sa’uprit gitu tol-nya doank dah 8 rb..walah…walah…. :)
    .-= sedulur Diajeng menampilkan tulisan..“Pengembaraan Sukma” =-.

  12. Wah blognya bagus. Trim uda berkunjung ke duniapsikologi. Saya masih belajar mas, silahkan jika ingin menggunakan artikel yg ada di blog saya… Blog itupun juga seringkali ngambil postingan yg laen mas.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *