Uang untuk Beli Uang

Puasa belum jalan sepertiga, gaung lebaran sudah ada dimana-mana. Rame buangets orang jualan berbagai keperluan lebaran seperti kue-kue, pakaian, kartu ucapan, parcel, dan lain-lain, juga… uang.

Lho… uang kok dijual… belinya pakai uang juga lho…

Ternyata yang dijual adalah uang kertas baru, pecahan seribuan, lima ribuan, sepuluh ribuan, dan dua puluh ribuan (sekarang malah ada uang kertas pecahan dua ribu rupiah). Biasa, pas lebaran nanti uang baru sangat penting untuk yang suka bagi-bagi angpao. Di kota saya, entah kenapa, kesibukan orang jual uang terkonsentrasi di sekitar Gladag di ujung Jalan Slamet Riyadi Solo, di seputar Patung Pahlawan Slamet Riyadi ke arah barat dan utara. Mungkin karena di situ dekat dengan kantor Bank Indonesia.

Saking ramenya orang jualan uang, hampir setiap 10-20 meter ada penjaja uang. Tak hanya kaum pria dewasa, tua muda.. Cewek  cakep dan ibu-ibu pun nggak mau ketinggalan jualan uang.

Oh ya, konon, patung Pahlawan Slamet Riyadi itu setiap tahunnya bener-bener menembakkan pistolnya ketika mendengar Gamelan Sekaten (sayang sekali karena patung ya tidak pernah mendengar, jadi pistolnya tidak pernah ditembakkan).

Bertahun-tahun mempelajari ilmu ekonomi tetap saja saya berpendapat bahwa uang (termasuk mata-uang) tidak etis untuk diperjual belikan karena uang adalah alat tukar bukan komoditi. Para ahli ekonomi pasti tidak sepakat dengan saya , tapi ya biar saja… ini kan pendapat saya pribadi…

Sedulur pernah lihat orang beli uang dengan uang?

Catatan AndyMSE: Tulisan ini telah dipublikasikan pada tanggal 13 September 2008, berhubung sekarang suasananya masih sama (malah lebih rame) ya tak apalah kalau ini dipublikasikan ulang dengan sedikit edit di sana-sini… :-)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

101 thoughts on “Uang untuk Beli Uang

  1. menjelang lebaran, situasi semacam itu sepertinya digunakan oleh mereka yang punya naluri bisnis, mas andy. jual-beli uang, haks. tapi antara penjual dan pembeli sama2 butuh sih.

  2. Saya bukan ekonom, jadi saya lebih tertarik dengan patungnya Slamet Riyadi…
    Kata ahli bahasa, Slamet Riyadi itu artinya Selamat Hari Raya…
    Yang jadi pertanyaan, lha kalau tidak hari raya apa tidak selamat?.
    Konon, patung itu akan tersenyum manakala tau ada yang motret. Tapi karena patung, ya kagak tau kalau mau dijepret Mas Andy…
    Makanya dia kagak senyum.

  3. satu fenomena menarik mas
    yang anda paparkan wah jadi tahu kalo ada jual uang seribuan heheheh ide bagus tuh dari siapa ya yang ngejual uang heheheh
    kadang memang ada yang nggak etis untuk diperjual belikan ……( ada yang jual birahi )
    untuk patung sama mas di tempat saya juga kalo patung WR Supratman di purworejo itu dengar lagu kroncong dia akan gesek biolanya heheheh
    salam Kenal dan makasih

  4. wah..saya sering liat juga .. wong saya ya wong solo… tapi biasanya kalo saya titip tukar kakak ipar yg kerja di bank jadi ngga perlu beli…

  5. Di tempat saya juga begitu. Banyak orang yang berjajar berdiri di pinggir jalan berharap ada orang yang menukar uang. DI tempat saya 100ribu ditukar dengan 120ribu. Dia untung 20 ribu.

  6. kl di sini, jelang lebaran
    Tumin (tukang minta uang) banyak bergerilya, pejabat pun tiarap……
    si Tumin ini bukan gepeng, tp banyak di antaranya sangat berpendidikan….dan menyandang status terhormat
    uang bikin seneng
    uang jg bikin mudheng…..

  7. Kok bisa-bisanya kayak gitu ya. saya sampe gak habis pikir loh. Uang dibeli dengan uang. Ah, benar-benar sesuatu yang menggelikan

  8. Iya ya,posting kt mirip,fotonya pun mirip. Tahun ini,para penjaja uang itu emg lebih rame dibanding tahun lalu.
    PS: Syenengnya ktemu blogger solo juga

  9. Kayaknya hal biasa aja deh … coba saja ke Saudi, Amrik, atau mana saja, kepaksa deh ‘beli’ uang asing. Beli uang sendiri, juga dah umum, contohnya menjelang ramadan. Dalam perdagangan internasional juga lazim deh kayaknya. Nah, hati=hati kalau main valas, bisa amburk lho. Seorang petinggi bank main valas hingga banknya hampir kolas, untuk Pak Harto nombokin, selamatlah dia. Dari segi agam gimana sih hukumnya?

  10. Kalau di dekat Musium Jakarta, ada musium Bank Indonesia, nah saya pernah ke sana, banyak ibu2 yang ‘jualan’ uang ribuan baru. 100ribu baru, harus bayar 105ribu, klo ga salah.

    Tapi seneng lho dapet uang kertas yang baru gres.. mantap rasanya..

  11. uang buat beli uang. awalnya bingung baca judulnya, tapi setelah baca, jadi ngerti maksudnya, hehehehe

    yah mau gimana lagi kan, anak2 sukanya yang baru2 n wangi duit nya… klo di kasih yang lecek wlopun lebih tinggi nilai nya, tetap aja milih yang masih baru ( jaman saya kecil sih, tau deh anak jaman sekarang :p )
    .-= sedulur Rahim Rasyid menampilkan tulisan..Dindaku Sayang =-.

  12. berati jual-beli mata uang di forex yang sampe nungguin pasar uang tutup jam 4 pagi, juga ndak etis yo, Kang?

    *nyumet sumbu sing ra setuju (devil)*

    (aku yo ra dong, masalah beginian…tapi aku yo moh melu forex)
    .-= sedulur Pradna menampilkan tulisan..18th Linux Anniversary =-.

    • menurut saya ndak etis! uang adalah alat tukar…
      bagi saya, penguasaan sumber daya lebih penting. sayangnya Indonesia yang kaya raya seringkali kalah sama kekuatan modal (dalam bentuk uang)…

  13. Saya sebagai seorang analis kimia, menganalisa dari hukum sebab akibat … Sebab permintaan tinggi maka banyak yang membaca peluang ini untuk melakukan permintaan pasar … I love u full analis kimia solo mojosongo

    • iya sih! tapi idealnya kalau uang ya ditukar, bukan diperjual-belikan… :-) *sebetulnya tukar di bank bisa kok! hanya saja sering ribet dan lama… itu bikin males para penukar uang… yeach, anggap saja itu rejeki buat penjual uang di pinggir jalan*

  14. momentum ramadhan dan lebaran memang banyak dipergunakan untuk berbagai kepentingan, tak mesti ukhrawi, terutama juga duniawi. termasuk mencari rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, semisal jualan uang itu tadi. syukur-syukur uangnya asli semua, mas, nggak ada tercampur sama uang palsu. hehe.
    .-= sedulur marshmallow menampilkan tulisan..Bulan Istimewa, Tenaga Istimewa =-.

  15. ^_^ Kalo saya melihat ini sebagai sebuah cara masyarakat kita…. yang memanfaatkan apapun untuk mencari sesuap nasi, ga peduli etis ato nggak, bener ato nggak, yg penting dapet duit, ya termasuk menjual uang itu… :D Kemanakah asas bermuamalah itu… ? entahlah…
    .-= sedulur cici silent menampilkan tulisan..Marhaban Ya Ramadhan =-.

  16. Jue dadi kelingan karo hingar-bingarnya demo neng Gladhak pak. Kalo masalah kesibukan saat menjelang lebaran mimang jauh dari apa kata Kecakot yaitu “sholeh”
    .-= sedulur Wandi thok menampilkan tulisan..Serangan Fajar =-.

  17. Kalo mau sholeh, 10 hari nyang terakhir mesthinya bukan saat untuk borong-memborong ya pak, apa meneh malah tuku do it (doh) jan wong Indon ki lutu kok. (Imao)
    .-= sedulur Wandi thok menampilkan tulisan..Serangan Fajar =-.

  18. Saya pernah lihat di terminal ada yang nyediain duit receh. Kenek/kondektur bus suka pada nuker ke dia. Tentu ada jasa yang harus dibayar sehingga nggak pas ya kalau dibilang uang beli uang, Pak.

    Untuk Idul Fitri tahun ini, yang ngetren adalah nuker uang pecahan besar ke pecahan Rp2000,-. Uang lembaran terbaru yang dikeluarkan BI. Saya sendiri belum nukerin karena belum terima THR :))
    .-= sedulur kombor menampilkan tulisan..Tweeterview – Menggunakan Tweeter untuk Interview =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *