Nilai Tinggi, Harga Mati

Kemarin, 1 Juni 2009 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, beredar berita di portal-portal berita dan di sosio networking. Siswa kelas 3 SMAN 2 Ngawi, 100% tidak lulus Ujian Nasional. (woot)

Dengan bekal koneksi yang tertatih-tatih saya mencoba mengikuti berita di beberapa situs. Cerita singkatnya, pernyataan ketidak-lulusan itu diungkapkan lewat pernyataan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yang mendapati seluruh siswa tidak lulus karena hampir semua jawaban soal ujian terdapat kesamaan dan salah semua. Di belakang itu, beredar rumor (yang ini belum terbukti dan dibuktikan oleh pihak berwajib), bahwa siswa peserta UN menerima “bocoran” kunci jawaban, dari pihak “entah siapa” (barangkali ada juga keterlibatan pihak sekolah).

Sialnya, kunci jawaban itu salah semua… (LOL) (rofl) (lmao)

Blaik… blaik… wong kok dho pekok tunggon alias dhedhel kandhungan… Lha mbok mikir dhewe, percoyo karo awake dhewe, kan malah lulus tenanan… Ajaibnya, Diknas Propinsi Jatim malah merestui adanya Ujian Ulang dengan dalih “menyelamatkan siswa”… huahaha

Yak… Silahkan baca sendiri di berbagai sumber yang sangat banyak. Bahkan Pak Guru Sawali pun sampai-sampai segera menuliskannya, sebagai wujud keprihatinan seorang guru. Saya tidak bisa apa-apa selain ngelus dada dan senyum kadang tertawa melihat itu semua. Namun masih ada sisa kebanggaan di hati saya…

Pagi tadi, saya mampir ke tempat ponakan saya di Semarang. Dia -cowok keren- kelas 3 di tempat dulu saya pernah sekolah. Hari ini dia tidak sekolah, Ujian sudah selesai, dan ada jeda beberapa waktu sebelum kelulusan dan persiapan melanjutkan ke perguruan tinggi. Iseng, saya masuk ke kamarnya, ternyata dia sedang siap-siap untuk berangkat mengikuti les tambahan di luar sekolahnya. Buku-buku berserakan di kamarnya, bahkan hampir-hampir memenuhi lantainya. Ada selembar kertas terselip menggantung di rak bukunya.

nilai tinggi harga mati

Dilarang Pesimis… NILAI TINGGI HARGA MATI!!

Duh, kalau saja siswa kelas 3 semangatnya seperti ponakanku ini, pasti tak akan terjadi kasus seperti di Ngawi… (doh)

Ponakane om Andy pancen jagoan. Yang ingin kenalan silahkan ke Facebook-nya aja! Sekalian mohon didoakan bisa masuk PTN yang diidamkan.

(doh)

Update AndyMSE:

Alhamdulillah, ponakan berhasil lulus dengan nilai memuaskan (NEM = 52), dan telah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang… Atas doa sedulur sekalian, kami sampaikan terimakasih!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

78 thoughts on “Nilai Tinggi, Harga Mati

  1. kasus yang terjadi tak hanya di ngawi,. mas andy. hari ini kompas juga melansir berita itu. selain jatim, juda ada jabar,sulawesi selatan, sulawesi tenggara, sulawesi barat, bangka belitung, gorontalo, dan NTB. duh, benar2 memprihatinkan/ yang saya sedihkan sesungguhnya bukan soal ujian ulangnya, melainkan pernyataan pejabat yang menjadikan siswa sbg kambing hitam-nya. memang benar, siswa yang begitu mungkin rasa percaya dirinya rendah. namun, ada dugaan, bocornya kunci jawaban yang ternyata salah 100% itu dilakukan secara sistematis utk mendongkrak kelulusan siswa. dalam situasi nervous, seringkali anak yang cerdas pun jadi gampang terpengaruh, shg percaya begitu saja bocoran kunci jawaban itu.

  2. welehweleh!!! ngenes. wes diwenehi utek cetho2 nang njero ndase dewe kok yo isih ra percoyo karo organ tubuhe dewe!!! do kakeyan nyepep iku.

    • Dalam hal ini aku melu kowe mas…!!

      Mugo bangkrut nek perlu boikot wae rame2…kalo masih meneruskan tuntutan hukumnya kepada pasien/konsumen yang mengeluh…

  3. saya masih prihatin, orang sekolah bukankah mencari pendidikan dan ilmu pengetahuan agar bisa sesuai minimalnya standarlah, tapi kalo yang dicari hanya nilai dan kelulusan, yang seakan instan… pantas saja banyak orang berpendidikan malah jadi kecu dan menganggur tidak berupaya mencari jalan titah tugas perkembangannya, lebih indah pemandangan lulusan pondok pesantren yang langsung diuji para kiyainya dan tidak mencoba mengeluh mencari pekerjaan jalur mainstream, namun masih mampu berkarya dan hidup tidak tercerabut dari akar sosialnya, merekalah para pahlawan bangsa yang tidak perlu SBI, SSN atau RSBI karena memang tidak usah tercabut dari rumpunnya sendiri…

  4. Betul itu, emangnya kalo udah dapat contekan gk dipikir lagi,

    klo saya kmren pas UN dpet contekan dr temen” ajah, udah percaya betul n yakin pasti LULUS dg NILAI bagus..*tpi walopun gitu, tetep tak pikir dulu*

    skrg hanya bsa bersabar menanti pngumuman yg tinggal 10 hari lagi . . :D

  5. dooh tahun depan si kakak bakalan ujian akhir. semoga semangatnya seperti ponakan kang andy. kene wes tau kenalan durung yoo :)

  6. Kalo ujian ulang berarti ya gak tahu aturan dan yang paling penting GAK TAHU MALU. Apa sih gunanya unas. Gak unas kan gak patheken, camkan itu!

  7. Mugo -mugo wes.. entuk nilai sing top… kudu pinter koyo om Andy…(applause)

    Jangan lupa belajar sing mempeng biar “Goal”nya tercapai doa itu sekedar pendukung…

  8. apa ya nyonteknya gak pake mikir blabar blabas.. lha wong jelas-jelas waktunya lebih dari cukup yangmana daripada hanya untuk menyalin contekan.. mbok ya’o diperiksa dulu..
    budayakan mencontek yg lebih intelek gitu looh.. heuheuheu..

    buat keponakan PakDhe, salut !!
    maju terus pantang mundur.. (rock)
    smoga apa yang dicita-citakan bisa terwujud dan selalu diberikan yang terbaik olehNYA.. Amien..

  9. iy juga sih, masa’ siswanya aja yg blajar..

    mksih buat temen”Q yg udah bantu Q dalam UN kmaren..
    skrg smakin OPTIMIS LULUS DENGAN NILAI YANG BAGUS (AMIN), shabis baca postingan ini..

    thX kang Andi.

  10. Pak Andy,
    Mari kita pikir ya pelan-pelan. Kalo itu satu sekolah nggak lulus semua, maka dipastikan tahun ajaran berikutnya sekolah itu nggak akan bisa nerima murid baru, karena bangkunya kan nggak cukup? Dan kalo nggak ada murid baru, dari mana para oknum sekolah mendapatkan jalan buat pungli-pungli tahunan yang suka dipalakin ke murid-murid baru?
    Itu sebabnya murid yang nggak lulus semuanya itu disuruh ujian lagi, supaya ada yang lulus, jadi ada bangku kosong buat jalan pungli!

    Owalah..ini satu angkatan kok mentalnya tiarap semua? Makanya kalo dapet contekan itu diperiksa dulu, contekannya bener apa ndak?

    • ya itulah.. sekolahe pasti kebak kalau ratusan murid nunggak… tapi… saya pikir perlu harga yang mahal untuk menegakkan sistem pendidikan yang baik…

  11. Bathuke Pak Menteri tambah kinclong klimis apa ora ya? Kudune rak mikir menawa UN dadi susuh mudharat timbang dadi omah manpangat.

    Nggak perlu ada ujian susulan. Biar yang pada curang itu menyadari bahwa mereka itu telah menjadi pelancung, bukan pelancong.

  12. ujian ulang silahkan,
    tapi gurunya harus dihukum pasal berlapis
    melanggar UU rahasia negara, melanggar hak konsumen (ngapusi siswa), melakukan perbuatan penipuan (KUHP pasal piro ya? ) dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan (menjadi gosip dimana2)

  13. Mengejar standar tertinggi IQ namun terpuruk dalam hal kecerdasan emosional dan spiritual … kunci sukses menuju jurang kehancuran. Maksud saya tentang Siswa kelas 3 SMAN 2 Ngawi beserta segenap jajaran para pendidiknya, bukan utk ponakan sampeyan.

    Sungguh menggelikan; kunci jawaban yang salah … bah bahkan si pembocor kunci jawaban pun rupanya adalah seorang yang gagal total secara akademis, emosional, spiritual … lalu parahnya dibiarkan menjadi seorang guru, hahaha

    Saya sependapat dengan kang Suryaden di atas.

  14. waduh yen goalnya nilai tinggi gitu jadi menghlalakan segala cara contone aku pas jaman sekolah mbiyen. pendidikan kita kenapa lebih mementingkan hasil akhir bukan proses belajar selama bertahun-tahun hanya demi satu tujuan standarisasi. dadi ra kreatif, kudu manut ra dikasih kesempatan mengeluarkan pendapat

  15. setuju itempoeti..
    mbonceng pak sawali
    melu ngguyu karo komen pak mars
    waj kok plin-plan…
    plane raph popo,,…..lha……

  16. UAN itu kalau ada kegiatan persiapannya disebut pra UAN [baca : prawan]
    berarti kalau sudah UAN beneran sudah gak prawan lagi…..
    buktinya………………………

  17. Katanya nggak ada ujian susulan…. Lha kok ini malahan diadakan ujian susulan dengan alasan menyelamatkan……
    Mendingan nggak usah diadakan ujian nasional aja deh….

  18. Weleh… dasar. Itu sih sama saja menjilat ludah, lha wong dari awal sudah diumumkan kalau nggak ada ujian susulan kok ini malahan mau diadakan susulan dengan alasan penyelamatan. Berarti kesalahan jika dilakukan oleh orang banyak maka bisa dianggap benar, gitu kali ya…?

  19. mas andy…ocha juga lagi dagdigdugserr nunggu pengumuman lulus nya si ayang nih! tapi ocha sih yakin, si ayang pasti bisa lulus…ocha pasti doakan buat adik2 kelas yang sedang menempuh ujian, baik itu UAN, ataupun ujian masuk PTN…semoga apa yang diharapkan mereka terkabul (worship)

    *cuma gak mau mengulang kesalahan yang sama aja*
    (haha)

  20. UNAS nggak efektif mending di hapuskan saja dari sistem pendidikan
    menteri pendidikan itu GOBLOK.. jangan ngaku pinter..!! kalo dia ngaku pinter kenapa dampak dari UNAS nggak dipikirin.. orientasi hasil menjadi pilihan.. segala cara dilakukan demi tercapainya tujuan..

    it’s bullshit..

    seharusnya bangsa ini hidup dengan orientasi proses.. ketika proses menjadi acuan hasil tidak terlalu dipikirkan.. proses yang baik pasti akan membawa hasil yang baik juga..

    Process Oriented

    kalo uda bicara kekuasaan dan uang.. pendidikan bisa jadi korban.. dan korbannya adalah saya..

  21. Kalo aku sich no comment ja, dari pada kita ngomongin aib orang (yang belum tentu benarnya) dan menjadi fitnah lebih baik diam. Jangan menyalahkan orang sebelum benar-benar terbukti orang tersebut salah. Pertanggung jawaban besok d akhirat itu berat kalo dah nyangkut yang begituan…

    So, berhati-hatilah dalam berbicara, jangan sampai lidahmu membawamu ke api neraka…

  22. Eh y0w, versi lain yang aku dapat dari harian “jawa pos” yow…

    Lembar Jawaban dari sekolah-sekolah yang g lulus tersebut (bukan hanya di ngawi,tapi juga di wilayah lain) gagal terbaca saat scaning (katanya kesalahan tekhnis), sehingga nilainya pun juga g muncul.

    (tapi aku g tau juga tu bener atau tidak)

  23. Lek tak pikir, onok benere lho U.A.N iku. Mikir generasi mene sing nduwe kualitas dukur. Tapi mergo Arek Indonesia (opo maneh wong tuwo ne) rodok di manjakno wingi-wingine. Kapan maneh dimulai? yo kudu sak’iki khan? tapi mbok yo o ojok kesusu. Alon-alon ae nerapno batesane. Moga-moga kualitas arek Indonesia mri ngene tambah apik ae. tengkyiu.
    (sorry kang Suroboyoan)

  24. emng y…..kita tuh hrussszzZssZ..rajin bljr pantsannNnNN temen Q dpet jUarA 1 truzzzSSzzzzzZZZZZZZ……….!!!!!!!!! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *