ungaran

Berkali-kali melakukan perjalanan di sekitar gunung Ungaran, tidak pernah ada rasa bosan. Sejak limabelas tahun lalu aku sudah sering melewati jalanan yang berkelak-kelok di sekitar gunung Ungaran. Dulu ketika masih bekerja di pabrik kopi di Temanggung, setiap hari bersepeda motor (kadang-kadang bermobil) dari Limbangan Kendal ke tempat bekerja. Berjarak kurang-lebih 30km, kalau Jum’at dan Senin rute perjalanan bertambah karena harus ke Semarang. Jadi 4 hari dalam seminggu aku melakukan perjalanan menyisir lereng barat laut sampai selatan gunung Ungaran, sedang 2 hari-nya mengelilingi gunung Ungaran.

Bagi orang Jakarta dan sekitarnya, jarak 30km untuk pulang-pergi bekerja terhitung pendek, tapi menurut ukuran orang desa, aku sudah termasuk jagoan, hehehe.

Setelah lepas dari pekerjaan di pabrik kopi, apalagi setelah pindah ke Solo, aku pun masih sering melakukan perjalanan di sekitar gunung Ungaran. Sering karena harus “sowan” ibuku, juga karena bertandang ke Sekolah Rakyat di Limbangan Kendal. Juga ketika dari Kendal ingin ke Solo atau Yogya, lebih nyaman lewat bagian barat gunung Ungaran.

Baru-baru ini aku menyempatkan diri beberapa kali berhenti untuk mengambil gambar. Sayang sekali mutunya kurang bagus karena diambil dengan kamera hp Samsung SGH J-200. Lumayan lah…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

3 thoughts on “ungaran

  1. Indahnya suasana perdesaan…. jadi iri ni? coZ: aQ nggak puyak desa dan aQ tinggal di kota kapan2 ksana ahh… mungkin aja ada cewek tjantiq di sana.. hhehehh :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *