Usul bukan Kritik

Menurut Pak Guru Sawali di sini, usul beda dengan kritik. Betul juga sih, salah saya sendiri yang menafsirkan usul sebagai kritik. Namun, perubahan blog ini dalam urusan reply-me-reply rupanya membawa angin segar. Diskusi menjadi lebih mengasyikkan. Para komentator bisa saling menanggapi. Sekali lagi, dofollow-nya tetap jalan -exclude- link gravatar.
Pun rupanya ada usul selanjutnya dari Dony Alfan di sini, yaitu LC-StatusLine yang mengganggu. Oke deh… saya copot juga. Sepanjang untuk kenyamanan dan sepanjang tidak ada yang minta copot anu saya, kiranya masih bisa saya tindak lanjuti. Sebetulnya saya suka sekali LC-StatusLine. Ekpresif!!! Tapi, demi Dony saya ganti dengan running text saja.

Thanks all!!!

(saya masih puluhan kilometer dari rumah, belum sempat menjawab semua komentar, juga belum sempat blogwalking… maafkan saya!)…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

39 thoughts on “Usul bukan Kritik

  1. Yang paling meangan bukun usul bukan kritik..tapi Interupsi…. tapi dalam Intrupsi isinya ya usul ya kritik dan ngonek ngonekke…ra rak nggenah to kuwi….
    Katanya Intrupsi…begitu dikasih kesempatan malah ndodro rak karuan…payah rak

    Jahid Klw´s last blog post..HOBBY DAN KENIKMATAN

  2. Haha, usulku diterima juga. Tapi emang jadi nyaman kok kang.
    Aku mau usul satu lagi boleh? Gimana kalo jenggot dan brewok sampeyan itu dicukur, haha!

  3. blog saya emang lagi jarang apdet kang. Lagi banyak masalah, tapi ogah curhat di blog. Hehehe

    s H a´s last blog post..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *