Wereng Coklat

Sedulur sekalian sudah tahu wereng coklat kan? Itu lho, hama padi yang seringkali menjadi momok bagi petani! Ya, wereng coklat memang termasuk musuh tanaman padi. Gerombolan wereng itu merusak tanaman padi sehingga malas mengeluarkan bulir-bulir padi yang diharapkan petani.

Kemarin, waktu cangkrukan di sebuah perempatan di tengah kota Semarang, ada pembicaraan ramai di antara tukang ojek, calo-calo bus, pengamen, pedagang asongan, tukang parkir, dan beberapa orang yang kebetulan nongkrong di sana, termasuk saya. Mereka membicarakan “Wereng Coklat” yang kebetulan sedang mengadakan razia tidak jauh dari perempatan itu.

wereng coklat

Tanpa mengurangi hormat saya kepada aparat, terpaksa saya sampaikan istilah itu apa adanya. “Wereng Coklat” yang dimaksud di cangkrukan itu tak lain dan tak bukan adalah para polisi yang sedang mengadakan razia. Maklum saja, banyak dari mereka pernah menjadi korban “Wereng Coklat“, yang bila mengadakan razia tampak seolah-olah bagai kegiatan mencari mangsa alias mencari duit di jalan raya. Masa-masa bulan puasa, lebaran, juga di masa kampanye pemilu, merupakan masa paceklik bagi “Wereng Coklat“. Lalu lintas yang luar biasa sibuk, tidak memberi kesempatan untuk mengadakan razia. Mereka disibukkan mengatur lalu lintas yang dipenuhi pengguna jalan yang banyak juga yang bandel. Masa-masa sesudah keramaian usai, biasanya mereka kembali mengadakan razia, sering pula tampak seperti balas dendam, sedikit kesalahan akan menuai tilang.

Seorang pengguna sepeda motor malah punya hitung-hitungan sendiri. Dia tidak mempunyai SIM -Surat Ijin Mengemudi. Alasannya, sepanjang pengalamannnya, dia rata-rata kena tilang setahun sekali. Dia selalu mengurus tilangnya di Pengadilan, sama sekali tidak pernah langsung kepada polisi. Artinya, dia hanya kena denda 20-30ribu saja. Dalam lima tahun -sesuai masa berlaku SIM- dia paling-paling mengeluarkan biaya 100-150 ribu saja. Itu lebih murah dibandingkan mengeluarkan biaya pengurusan SIM yang mencapai 200ribuan.

Lho… kok SIM semahal itu sih? Menurut pak polisi murah kok, tidak sampai 100 ribu!!!…

Ya, memang sekitar 100ribuan saja. Itu bila semuanya berjalan lancar dan tertib. Pengalaman seorang kawan saya -pegiat Sekolah Rakyat di Kendal-, pada waktu Ujian SIM dia gagal di ujian prakteknya. Saran pak polisi, daripada mengulang juga belum tentu berhasil, dia diminta mencari sertipikat lulus kursus setir… Hopo tumon, nyetir sepedamotor kok pakek kursus bersertipikat??? Kenyataannya, di tempat kursus (setir mobil) yang ditunjukkan oleh pak polisi itu menyediakan juga sertipikat lulus belajar nyetir sepeda motor. Biayanya cuma 150 ribu saja. (lmao) Totalnya???… Podho wae… Tetep mahalllll…

Saya hanya senyum-senyum saja di tengah ramainya diskusi informal itu. Dalam hati, jujur saya menilai, mengabdi sebagai “Wereng Coklat“… ops… mksudnya sebagai polisi sungguh berat. Berusaha tertib akan dinilai kaku bahkan kejam, melenceng sedikit pasti menuai kritik.

Jadi harus bagaimana??? Ada pengalaman menarik saat ngurus SIM atau saat kena tilang???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

33 thoughts on “Wereng Coklat

  1. Tau keno semprit Pulisi di protelon Sukorejo (pertigaan di Weleri) … di tilang aku.emoh ..suruh mbayar (jaman semono Rp20rb) aku yo emoh…
    Akhire kebingungan dewe, dan aku dilepaskan tanpa denda .. padahal tak mung apusi
    ” Ya udah pak .. bawa saja motor saya.. nanti biar kakak saya yang ngambil… Nama bapak siapa?” Aku pura2 nulis jenenge polisi itu…
    Wakakaka… maklum waktu itu seingatku memang ada suasana panas antara Polsek Weleri dengan Kompi Snapan “A” 408 Ndayakan..

    NB : Yen sampeyan masih ada contact dng Khafid Sirot .. tolong sampekan salam saya ( Edy W ) ke pak Wakil Ketua DPW PAN Jateng.
    – Kalo ndak ingat jng dipaksa ..maklum udah kelamaan Lost in contact. thx’s

    Xitalho menampilkan tulisan… Boneka Cantik Dari India

  2. Wahhh kalo di nDepok, mang lisi mang lisi nya benar2 bisa dikasi acungan jempol kang. Kalo dolan ke Jl. Margonda Raya, hampir ngga ada yang berani melintasi jalan itu tanpa atribut berkendara yang komplit. (LOL)

    Oya, ada PR dari Mbah Gugel yang dititipken ke saya tuh… (LOL)
    ãñÐrî ñâwáwï menampilkan tulisan… Google Image..? Siapa Takut..!

  3. pas ra nduwe SIM C mbiyen sering keneng operasi, tapi nggak pernah ditilang. Soale motorku sing nduwe Kapolseks Grogol biyen. Polisi sak-sukoharjo angger tak wenenhi copy-bpkp mung mesem trus aku kon bablas…
    saiki wis nduwe SIM malah jarang nemoni operasi meneh…

    ciwir menampilkan tulisan… Balada Mobil Kuna

  4. salam kenal mas andy kemarin Gwe buat SIM cuma 75.000 ikutan test segala macam . . . . . . .. kalau nembak saya tanya 200an kan lumayan 125 bisa beli rokok dan makan kenyang . . .

  5. saya terakhir kena tilang saat langgar marka. pilih sidang di pengadilan, tapi nyatanya sungguh menyesakkan. calo2 sudah siap memangsa.

    heran tu para calo. orang susah koq masih dinanti

    novi menampilkan tulisan… Kopdar Maut

    • soalnya ada juga orang susah yang nggak mau repot… pengalamanku, tetap lebih irit kena calo di pengadilan daripada bayar denda di tempat mokmen…

  6. SAYA PERNAH DILAMPU MERAH DIPAKSA OLEH POLISI UNTUK TERUS ALASAN DIA SUDAH MALAM TERUS AE “WALAH AKU BABLAS BISA BISA DICOKOT DAN DISEDOT HABIS DOMPETKU NGGO SANGU TURU MAS POLISI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *