Wisata Blogger 2009: Dataran Tinggi Dieng

Wisata Blogger 2009 di Wonosobo

Dieng, seminggu lalu;

Sarasehan Blogger Wonosobo berlangsung sampai malam. Kegembiraan yang menyelimuti semua peserta Wisata Blogger 2009 membuat enggan untuk beranjak meninggalkan Pendapa Kabupaten Wonosobo. Beruntung, pantia mengingatkan bahwa esok dini hari 25/07/2009, peserta akan diajak untuk menikmati sunrise dari Dataran Tinggi Dieng (sing ra mudheng sunrise, gampangane ge pengeling-eling, kuwi podo wae karo srengenge njedul… –kok ngono wae ndadak nganggo basa sing angil–).

Belum puas saya merebahkan badan —karena peserta Wisata Blogger 2009 banyak yang ramai lek-lekan berdiskusi aneka macam–, saya yang terpaksa tidur bersembunyi di kamar panitia untuk menghindarkan keramaian, mak jegagik dibangunkan oleh seorang blogger Wonosobo berambut pirang… Oh, sudah hampir jam 3 dini hari.

Satu demi satu, para peserta Wisata Blogger 2009 memasuki mobil armada partisipasi Bowo Jenggot Gateway yang rela hati membantu transportasi peserta sejak hari pertama (mau nge-link BJG nggak punya websitedoh, sugih tapi katrok–). Satu bus dari Pemkab Wonosobo juga telah disiapkan untuk peserta Wisata Blogger 2009, sebuah mobil kijang biru berpelat merah AA11XX memandu peserta yang akan berwisata. Di tengah dinginnya udara yang hanya belasan derajat, —bisa jadi kurang dari itu–, rombongan menuju ke Dataran Tinggi Dieng, yang merupakan dataran tinggi yang tertinggi kedua di dunia setelah dataran tinggi Nepal.

Di sepanjang jalan di Dataran Tinggi Dieng, peserta melihat pipa panjang berkelak-kelok. Itu adalah pipa untuk mengalirkan uap panas bumi yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.

Setelah mampir sejenak di sebuah Masjid untuk melaksanakan shalat shubuh, rombongan peserta Wisata Blogger 2009 menuju ke Terminal Sunrise di Tepi Telaga Cebong dan selanjutnya mendaki Bukir Sikunir. Jalan setapak yang terjal mendaki cukup menghangatkan dan sedikit mengusir hawa dingin. Ada tiga tempat yang saya ketahui cukup baik untuk melihat matahari terbit. Yang paling rendah ada di ujung bebatuan yang menjorok ke tepi jurang (yang bertubuh tambun kebanyakan hanya sampai di sini). Sayangnya, pemandangan ke arah timur dari sini agak terhalang pepohonan. Yang lebih tinggi ada di sebuah batu besar. Banyak juga yang sampai di sana, termasuk saya. Yang lebih tinggi ada di puncak bukit yang menyisakan sedikit pelataran. Hanya ada segelintir saja yang mau mendaki sampai puncak ini.

Sayang sekali, cuaca kurang bersahabat. Karena terhalang awan, matahari pun tampak seolah terbit beberapa kali, dari yang berwarna jingga, kuning, sampai perak menyilaukan. Kabut yang turun kemudian, tak ayal memaksa peserta untuk segera turun kembali ke Terminal Sunrise di Tepi Telaga Cebong.

Setelah makan pagi bersama, peserta Wisata Blogger 2009 melihat keindahan Telaga Warna. Di sini, selain terdapat telaga yang benar-benar ada beberapa warna itu, juga terdapat Batu Bertulis, Goa Semar, Goa Jaran, Goa Sumur, dan Telaga Pengilon.

Puas melihat-lihat keindahan Telaga Warna, peserta Wisata Blogger 2009 menuju ke Kompleks Candi Arjuna, salah satu di antara deretan Candi Pandhawa yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Candi-candi di sini bercorak Hindu dan sejaman dengan Candi Gedongsongo di lereng barat daya Gunung Ungaran, di Bandungan, Ambarawa, Kab. Semarang.

Hari beranjak siang, sarapan tadi pagi sudah hampir habis diolah tubuh menjadi kalori, yang bisa jadi sebagian besar digunakan untuk melawan hawa dingin. Sekarang saatnya kembali ke Wonosobo. Namun, masih ada satu persinggahan  wisata yaitu Telaga Menjer. Telaga ini terletak di atas perbukitan di Desa Tlogo, Kec. Garung, Kab. Wonosobo. Telaga Menjer ini menjadi hulu dari sebuah sungai. Sejak tahun 1982, pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA Garung). Air dari Telaga Menjer dialirkan melalui pipa yang sangat buesarrr… Diameternya kira-kira 2 meter, menuruni bukit di Desa Tlogo menuju ke Desa Maron tempat turbin penggerak generator listrik PLTA Garung yang berkapasitas 2 x 13,2 megawatt.

Beberapa peserta Wisata Blogger 2009 menikmati keindahan Telaga Menjer dengan naik perahu mengelilingi tepian telaga. Yang lain cukup puas menikmati keindahan dari tepi bukit. Perut yang keroncongan menuntut untuk diisi. Para peserta Wisata Blogger 2009 segera kembali ke Wonosobo. Setelah singgah sebentar di Pusat Oleh-oleh Khas Wonosobo, peserta Wisata Blogger 2009 berwisata kuliner khas Wonosobo –Mie Ongklok-.

Lepas tengah hari menjelang sore, barulah rombongan Wisata Blogger 2009 kembali ke penginapan di BLK Kab. Wonosobo. Kesan yang mendalam tampak di raut wajah para peserta. Yang saya rasakan, semua peserta kembali dengan bau badan yang luar biasa karena belum mandi sejak pagi, maklum, berangkatnya saja jam 3 dini hari. Bisa jadi (huek) ada pula peserta yang belum sempat gosok gigi… :-D

Satu per satu peserta Wisata Blogger 2009 kembali ke habitat di kota masing-masing, membawa kenangan indah, kaos keren, juga bingkisan oleh-oleh Carica dan Purwaceng … Usai sudah Wisata Blogger 2009 di Wonosobo

Selamat dan sukses serta terimakasih setulusnya untuk Komunitas Blogger Serayu

Dirgahayu Kabupaten Wonosobo ke 184…

penyumbang gambar: dafhy, dony, siwi

.:masih ada tulisan tambahan:.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

49 thoughts on “Wisata Blogger 2009: Dataran Tinggi Dieng

  1. hiks…hohohohoohohooo….
    menyesal daku tak bisa ijin cuti kerja buat ikutan acara ni…
    pa lagi dendamku ma siluman tpc belum terbalaskan.
    tunggu pembalasanku….
    .-= uun´s last blog ..kaliurang. =-.

    • nggak ada yang berani mandi jam 3 dini hari mbak marsmallow! duinginnn… bbbrrrr…. malahan ada yang enggak sempat sikat gigi… huex…
      merusak keindahan sunrise??? hohoho… betul sekali…. (lmao)

    • @amri, kemarin dulu, kita malah nggak sempat ke telaga merdada, kawah sileri, dan sumur jalatunda, juga candi2 lain… tapi nggak papa, saya sudah pernah semua, hehehe…
      oh ya, pada wisata blogger itu kan sudah ada perwakilan dari deblogger… ada ajengkol hadir di sana… sumpah!

  2. Mo nanya nih mas. Kalo naik ke Sikunir kira-kira kita mesti jalan berapa lama ya? Sebagai perbandingan klo ke Pananjakan Bromo untuk hunting sunrise, kan mobil bisa sampai puncak…Nah klo Sikunir situasinya bagaimana ya? apa masih bisa dicapai oleh lansia? Trus yang direkomendasikan untuk berkunjung kesana bulan apa ya? Makasih atas jawabannya.

    • kl start dari wonosobo harus berangkat jam 3 dini hari, setelah sampai terminal sunrise di tepi telaga cebong, hanya butuh waktu 30-40menit untuk sampai puncak bukit. tapi terjal banget, untuk lansia cukuplah sampai pinggang bukit saja (jalan 10-15 menit) karena lumayan terjal.
      idealnya, ke sikunir itu pas musim randu berbunga, kira2 juni-agustus, pokoknya musim kemarau lah! hanya saja, di musim randu berbunga, udara justru sangat dingin…
      di musim kemarau awal sampai tengahan biasanya kabut tidak terlalu banyak…
      itu saja yg saya tahu, lha wong saya juga baru naik ke sikunir sekali dowang… kl ke dieng sih beberapa kali…

  3. Dieng Plateau Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara adalah tujuan wisata utama di Pulau Jawa, Indonesia, dengan banyak pesona dan misteri yang belum terungkap. DiengPlateau.Com menyajikan informasi tentang obyek wisata, homestay, rental mobil dan segala informasi wisata di Dataran Tinggi Dieng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *