Wisata Pedesaan di Desa Wisata Limbangan – Kendal

Bilamana mendengar kata “wisata”, pasti dalam benak kita terbayang obyek-obyek wisata. Pada umumnya, obyek wisata berupa keindahan alam -pantai, laut, sungai, danau, telaga, gunung, gua, dan lain sebagainya-. Bisa juga berupa tempat hiburan yang penuh aneka permainan, misalnya waterboom, arena bermain, taman, kebun binatang, dan lain sebagainya.

Akhir-akhir ini semakin banyak tempat wisata yang sengaja dibuat untuk tempat beristirahat dan mencari hiburan setelah seminggu penat beraktivitas, misalnya wisata agro, dan perkampungan tradisional.

Bila anda berwisata di Desa Limbangan, Kendal, tidak akan dijumpai suasana sebagaimana obyek-obyek wisata. Itu karena yang menjadi obyek wisatanya adalah desa secara keseluruhan. Suasana pedesaan dengan hutan, sawah, dan kebun-kebunnya, aktivitas petani dan peternak, juga aktivitas masyarakat secara keseluruhan adalah obyek wisatanya.

Walaupun belum didukung oleh pemerintah setempat -dikarenakan pemerintah lebih menyukai obyek wisata yang lebih jelas definisinya-, Desa Wisata Limbangan yang dikembangkan Sekolah Rakyat bersama kelompok-kelompok masyarakat sudah mulai menuai hasil yang prospektif.

Wisatawan yang datang ke Limbangan -tentunya bila dipandu oleh Sekolah Rakyat-, akan diajak berkeliling desa melintasi pesawahan, tepian hutan, kebun-kebun dan hutan rakyat, mengunjungi peninggalan bersejarah (makam Ki Ageng Mataram dan Kyai Plembang), mengunjungi petani dan peternak yang sedang beraktivitas, penyadap nira aren, pembuat gula merah, menikmati makanan tradisional, juga menikmati kesenian tradisional, dan lain sebagainya tergantung paket wisata yang diinginkan.

Beberapa kali, Desa Wisata Limbangan dikunjungi oleh turis-turis dari luar negeri antara lain dari Inggris, Swiss, Jepang, India, dan lain sebagainya. Beberapa sekolah-sekolah di Semarang -Ibukota Propinsi Jawa Tengah- juga seringkali berombongan berwisata di Desa Limbangan.

Yang terakhir kalinya, minggu lalu ada rombongan dari SD Hj. Isriati, Semarang. Berikut ini suasana kegembiraan berwisata di Desa Wisata Limbangan yang dipandu oleh Kelompok Pecinta Alam AJALAGRI -anak jelajah gunung rimba-, dan Kelompok Pecinta Alam ARJO -Ajalagri Junior-:

Tak hanya keindahan alam, suasana pedesaan, makanan tradisional, dan kesenian tradisional yang bisa dinikmati, para wisatawan pun bisa belajar dan berdiskusi bersama petani, peternak, seniman tradisional, bahkan, sesekali rombongan wisatawan diajak juga memasang papan-papan pengumuman dan himbauan yang dipasang di tepi hutan atau di tepi sungai misalnya, larangan berburu, larangan meracun dan menyetroom ikan di sungai, dan lain sebagainya.

Barangkali ada yang berminat untuk mengunjungi Desa Wisata Limbangan? Hubungi Sekolah Rakyat, informasi kontak ada di halaman TENTANG. Nantinya, wisatawan di Desa Wisata Limbangan akan dipandu oleh Kelompok Pecinta Alam AJALAGRI -anak jelajah gunung rimba-, atau Kelompok Pecinta Alam ARJO -Ajalagri Junior-.

Catatan Rakyat:

  1. Simak juga pengalaman Kaum Biasa saat berwisata di Desa Wisata Limbangan, Kendal.
  2. Tulisan ini telah dipublikasikan di Sekolah Rakyat dan Kompasiana.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

33 thoughts on “Wisata Pedesaan di Desa Wisata Limbangan – Kendal

  1. jadi pengen juga menikmati pemandangan yang asri alami seperti itu,apa lagi kerjaanku berhubungan dengan “penghancuran alam” doohhh

  2. bagus sekali mas ciwir, semoga anak-anak mengenal alam dan nantinya mencintai dan mau menjaganya. semoga aja jangan seperti (yang ngakunya) pencinta alam yang hobby hiking dan nyampah (sering banget lihat puntung rokok dan botol di gunung-gunung yang sering di daki oleh pencinta alam)
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan… CentOS 5.5 Dirilis =-.

  3. ngng… Kendal itu nama salah satu kabupaten di jawa tengah ya? *maklum, nilai geografi pas2an (okok)
    mudah2an satu hari nanti bisa kesana. mw menjelajahi tanah jawa, mumpung masih ditakdirkan hidup di sini (haha)

  4. Wuih… keren. Mengembangkan potensi desa untuk menjadi desa wisata. Patut ditiru. Sayang sekali, lurah didesaku atau sebagia besar di Kemranjen, Banyumas, mantan preman. Jadi tidak akan pernah bisa mengembangkan potensi desanya. Kapan2 kalau melakukan perjalanan keliling blogger yang ingin saya lakukan sendiri, mungkin akan saya sempatkan untuk mampir.
    .-= sedulur Estiko menampilkan tulisan… Masih inginkah anda menjadi pemburu =-.

  5. sahabat lima tahun aku nggak pulang kampung rindu dengan sahabat ,saudara dikampung halaman,kangen karo mendhil(rodi),mas arifin(MBELEK) dari imam subarkah wong rt 3 rw 5 kampung sala’an yang berdomisi di tebing tinggi kab empat lawang sumatera selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>